Suzuki Mobil Recall 100.000 Lebih Unit

Kompas.com - 26/02/2009, 07:40 WIB

TOKYO, KAMIS — Suzuki Motor Corp (SMC) me-recall lebih dari 100.000 unit mobil dari dua jenis karena ada kelainan. Selain itu, SMC juga mengumumkan akan melakukan penutupan hari produksi untuk Maret ini.

Pabrikan mobil dan motor Suzuki harus menarik sekitar 130.000 unit mobil untuk jenis van dan pikap. Masalahnya, seperti dikatakan Menteri Transportasi Jepang, Rabu (25/2) yang dikutip kantor berita AP bahwa pada kedua mobil terdapat cacat di bagian sistem roda belakang yang bisa mengakibatkan kendaraan terguling.

Dari jumlah tersebut, untuk jenis van sebanyak 122.190 unit dan Carry pikap yang dijual melalui Mazda Motor Scrum sebanyak 7.576 unit. Kendaraan itu diproduksi antara April 2004 dan November 2005 dan dijual secara eksklusif di Jepang.

Memang, cacat itu belum sampai memakan korban. Namun, dua kecelakaan yang terjadi tahun lalu dengan mencederai tiga orang, plus komplain sebanyak 45 kasus, dinilai cukup kuat untuk menarik mobil. Demikian  dikatakan Menteri Transportasi.

Di sisi lain, mengingat situasi pasar yang masih belum sehat, SMC terpaksa menutupi hari produksi pada Maret ini sekitar 4 sampai 10 hari. Tanggal pelaksanaannya belum ditentukan secara pasti, termasuk rencana untuk April mendatang. Langkah penutupan itu dilakukan mengingat permintaan pasar global akan kendaraan, khususnya Suzuki, baik roda empat maupun roda dua, masih belum menggairahkan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau