Dari Akbar Tanjung hingga Yohanes Surya

Kompas.com - 26/02/2009, 11:08 WIB

JAKARTA, KAMIS — Sejumlah nama disebut-sebut oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) pasca ditutupnya konvensi calon presiden Partai Bintang Reformasi (PBR). Dari politisi andal seperti Akbar Tanjung; Ketua Umum PBR sendiri, Bursah Zarnubi; hingga nama-nama public figure, seperti fisikawan Yohanes Surya dan aktor Deddy Mizwar.

"Iya, saya dengar seperti itu. Akbar Tanjung diusulkan DPW Sumut. Ahli fisika itu, Yohanes Surya, diusung NTT," ujar Bursah dalam pembukaan Rapimnas PBR di Hotel Twin Tower Jakarta, Kamis (26/2).

Nama-nama lain yang bermunculan adalah Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf; tokoh masyarakat Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Gubernur Jateng Rustriningsih; serta tokoh Malari, Hariman Siregar.

Bursah mengatakan, DPP tetap terbuka terhadap berbagai masukan dari daerah yang berhak mengajukan masing-masing 10 nama balon (bakal calon) presiden dan wapres. Sesuai mekanisme, DPP akan mengerucutkan nama-nama tersebut. Namun, Bursah belum dapat memastikan jumlah nama yang akan diumumkan besok sebagai capres dan cawapres yang diusung PBR di Kantor DPP di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

"Yang pasti, harus menganut konsep-konsep antikapitalisme," tutur Bursah.

Penyerapan aspirasi dari DPW merupakan mekanisme baru setelah konvensi capres PBR yang dibuka akhir 2008 hanya menampung satu nama, yaitu Rizal Ramli. Nama Rizal Ramli sendiri masih menjadi usulan DPP kepada daerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau