BI: Minimal 50 Persen Dana Nasabah Bisa Kembali

Kompas.com - 26/02/2009, 18:07 WIB

JAKARTA, KAMIS — Gubernur Bank Indonesia Boediono mengatakan akan mengejar aliran dana penggelapan dana Bank Century. Dia menyebut, minimal 50 persen dana nasabah dan negara bisa kembali.

"Mudah-mudahan saja, paling tidak sebagian bisa kita kembalikan. Sistem pelacakan aliran uang saat ini cukup canggih. Siapa yang menerima uang haram ini pasti akan ketahuan," kata Boediono saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (26/2). 

Boediono mengatakan, pihaknya akan ikut memecahkan masalah ini. Menurut dia, kasus ini merupakan tindakan sengaja, di mana Bank Century menjual produk-produk bukan bank. Tersangka juga sengaja menghindari pengawasan dari otoritas pengawas.

"Ini tindakan sengaja. Mereka menghindar dari pengawasan," ujarnya.

Lebih lanjut, Boediono mengatakan, untuk menyelesaikan masalah ini harus dilakukan dengan mengejar pengalokasian uang yang digelapkan.

"Uang ini pasti ada muaranya. Ini yang sedang kita lakukan. Yang paling produktif adalah bersama-sama mencari. Tidak mungkin tiba-tiba menguap," tuturnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah meminta pihak kepolisian dan Jaksa Agung untuk menyelidiki kasus ini.

Sejauh ini, Badan Reserse Kriminal (Barskrim) telah menangkap lima tersangka dan melakukan penyitaan sejumlah aset milik pemilik Bank Century Robert Tantular.

"Pemerintah sudah meminta kepolisian dan Jaksa Agung untuk menyelidiki masalah ini secara hukum pidana. Selain itu, tidak dapat hal lain yang dapat kami lakukan," kata Menkeu.

Pengejaran aset dilakukan untuk kemudian disita dan dijual. Hasil penjualannya dikembalikan kepada nasabah Bank Century dan negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau