JAKARTA, KAMIS — Dana BLT yang diberikan pemerintah sebesar Rp 100.000 per bulan per kepala keluarga ternyata kalah besar dengan biaya konsumsi rokok. Berdasarkan paparan para peneliti dari Universitas Indonesia, Kamis (26/2), keluarga miskin yang merokok menghabiskan dana sebesar Rp 117.624 setiap bulan hanya untuk konsumsi rokok.
"Itu menunjukkan konsumsi rokok pada keluarga miskin sangat besar," terang Abdillah Ahsan, peneliti dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, di Jakarta, Kamis (26/2).
Di kesempatan yang sama, Ayke Soraya Kiting, peneliti dari lembaga demografi FEUI, memaparkan, pada tahun 2005 persentase pengeluaran rokok pada keluarga miskin adalah 12,4 persen, lalu pada tahun 2006 sebesar 11, 9 persen. Dari data itu dapat disimpulkan untuk rumah tangga miskin turun 0,5 persen.
Selain itu, dari hasil penelitian yang dilakukan lembaga Demografi FEUI menemukan pada tahun 2004 masyarakat desa mengonsumsi 11 batang dalam sehari. Lalu pada tahun 2007 jumlah tersebut naik, masyarakat desa mengonsumsi rokok sebanyak 12 batang.
Jadi, BLT kepada keluarga miskin perokok hanya akan melanggengkan kebiasaan merokok?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang