Raskin Tersedia, Daerah Tidak Siap

Kompas.com - 26/02/2009, 19:42 WIB

SEMARANG, KAMIS - Meski Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah telah menyiapkan alokasi raskin sebesar 300.000 ton, alokasi itu belum siap disalurkan ke  rumah tangga di sembilan daerah akhir Februari 2009 ini. Ada keterlambatan penyaluran beras rakyat miskin (raskin) pada 2009.

Humas Perum Bulog Divre Jateng, Siti Farida, Kamis (26/2) mengemukakan, sembilan daerah yang belum dapat menyalurkan raskin terdiri Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Tegal, Temanggung, Salatiga, Kabupaten Kendal, Pati, Solo, Kabupaten dan Kota Magelang.

"Terlambatnya penyaluran raskin ini diperkirakan akibat terkendala aktualisasi data dari Badan Pusat Statistik, yang sebelumnya melakukan pemutakhiran data ulang jumlah rumah tangga sasaran," kata Siti Farida.

Jumlah rumah tangga sasaran, penerima raskin di Jateng data 2009 sebanyak 3.004.068 keluarga. Setiap keluarga dijatah 15 kilogram dengan harga tebus Rp 1.000 per kilogram.

Dengan jumlah rumah tangga sasaran mencapai 3,0 juta orang keluarga lebih, disiapkan beras sebanyak 540.732.240 kilogram per tahunnya. Raskin tahun ini diterima penuh selama 12 bulan.

Siti Farida mengemukakan, meski ada sembilan kabupaten dan kota belum bisa menyalurkan raskin, tapi daerah itu diharapkan pada Maret 2009 sudah harus melaksanakan penyaluran raskin. Penyaluran akan dibantu karena stok beras sudah tersedia dari pengadaan beras 2008.

Sedangkan untuk penyaluran raskin yang sudah dilakukan di 26 kabupaten dan kota selama dua bulan terakhir, tercatat sudah 36.507.408 kilogram atau 72 persen jatah raskin tersalurkan.

Beberapa warga di desa yang terkena banjir di Kendal, telah mendesak pemkab supaya segera mempercepat penyaluran raskin. Warga yang minta segera dibagikan raskin itu terutama warga yang tinggal di Kaliwungu, Kendal yang sempat daerahnya tergenang air hingga tiga hari pada pertengahan Februari 2009.

"Kami sangat membutuhkan raskin setelah lahan pertanian puso akibat tergenang banjir. Saat ini harga beras di desa Rp 5.500 per kilogram, warga miskin sangat membutuhkan raskin," kata Warsono, warga di Kaliwungu, Kendal.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau