BI Belum Intervensi, Rupiah Masih Lemah

Kompas.com - 27/02/2009, 10:06 WIB

JAKARTA, JUMAT — Rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat (27/2) pagi, turun 20 poin menjadi Rp 12.050/Rp 12.080 per dollar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Rp 12.030/Rp 12.040 karena pasar masih memburu dollar AS.

Direktur Utama PT Financorpindo Nusa Edwin Sinaga di Jakarta mengatakan, rupiah tetap terpuruk, namun koreksi harga yang terjadi tidak besar sehingga posisinya masih di level Rp 12.000 per dollar AS. "Hal ini disebabkan Bank Indonesia (BI) masih terus mengamati pergerakan bank-bank asing yang bermain valuta asing," katanya.

BI, menurut dia, sampai saat ini belum melakukan intervensi sekalipun telah mendapat dana cadangan devisa siaga yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk masuk ke pasar dan melepas cadangan dollarnya. "Namun, kalau melihat kondisi pasar seperti, kemungkinan BI hanya memantau saja karena secara rasional rupiah pergerakan mata uang Indonesia masih wajar," ucapnya.

Rupiah, lanjut Edwin Sinaga, memang harus tetap dijaga dengan ketat karena pada posisi saat ini dikhawatirkan bisa menjadi liar sehingga sulit dikendalikan. "Pada posisi itu rupiah bisa saja menjadi liar karena itu BI terus menjaganya secara intensif," ujarnya.

Rupiah sebelumnya berada di bawah angka Rp 12.000 per dollar AS, setelah Indonesia mendapat dana cadangan devisa siaga dari Forum ASEAN ditambah tiga negara Asia lainnya. "Namun isu positif itu tidak berlangsung lama karena rupiah kembali di atas angka Rp 12.000 per dollar AS," ucapnya.

Pemerintah juga akan menerbitkan obligasi dalam dollar AS di Amerika Serikat sebesar 4 miliar dollar AS, namun isu positif itu juga belum bisa mendongkrak rupiah menguat lagi. "Kami harapkan rupiah ke depan akan bisa menguat, apalagi masuknya dana pengusaha yang berada di luar menjelang pelaksanaan pemilihan umum nanti," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau