Atasi Krisis, Singapura Lobi Indonesia

Kompas.com - 27/02/2009, 14:23 WIB

HUA HIN, JUMAT — Krisis keuangan global benar-benar membuat Singapura sempoyongan. Negeri Merlion itu kini aktif memanfaatkan forum ASEAN Summit untuk mengatasi krisis ekonomi global ini.

Target pertama Singapura adalah melobi Indonesia. Menteri Luar Negeri Singapura George Yeo mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Kamis (26/2). “Ini karena Indonesia punya pasar yang besar dan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masih mempunyai pertumbuhan ekonomi yang positif,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah.

Dalam pertemuan yang berlangsung 45 menit di Hotel Hyatt Regency Hua Hin ini, Yeo meminta Indonesia agar mendorong anggota ASEAN fokus membahas masalah krisis ekonomi global. Selain itu, Yeo juga meminta Pemerintah Indonesia mendorong negara-negara lain bekerja sama dalam kerangka ASEAN.

Singapura khawatir dengan masa depan negerinya. Akibat krisis ekonomi global, sektor jasa yang selama ini menjadi andalan Singapura sangat terpukul hebat. Hassan Wirajuda mengungkapkan, negara tetangga tersebut sudah mulai mengalami resesi ekonomi. “Mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi minus 3 persen hingga 5 persen,” ucap Hassan.

Kecemasan Singapura semakin bertambah besar melihat beberapa negara ASEAN mulai melakukan penutupan pasar, termasuk Indonesia. Sebagai contoh, Indonesia membuat kebijakan mencintai produk lokal. Begitu pun juga dengan Thailand. Pemerintah Thailand meminta warganya membelanjakan uang 2.000 baht untuk produk lokal.

Bukan hanya itu, Singapura juga berharap ASEAN segera menentukan sikap bersama atas krisis ekonomi global ini. Sekadar catatan saja, ASEAN belum membuat solusi bersama mengatasi krisis akibat penundaan ASEAN Summit ke-14 Desember lalu.

Selain berbicara dengan Indonesia, Yeo juga melakukan pendekatan dengan Thailand. Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Thailand Kasit Piromya juga membahas masalah krisis ekonomi global. "Kami membahas bagaimana Thailand dan Singapura bisa bekerja sama untuk memajukan komunitas ASEAN," ucapnya.

Singapura memang cerdik. Negeri ini memanfaatkan peranan Indonesia dan Thailand. Pasalnya, Indonesia dan Thailand akan menghadiri pertemuan G-20 di London pada 2 April 2009 mendatang. Tetangga dekat ini berharap Indonesia dan Thailand juga memanfaatkan forum tersebut untuk mengatasi badai krisis ekonomi. (Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau