JAKARTA, JUMAT — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen) mengamankan 2.000 produk Blackberry sepanjang tahun 2009 ini. Hal tersebut disampaikan Direktur Peningkatan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Jusuf Indarto di Jakarta, Jumat (27/2).
"Sepanjang tahun 2009 Bea dan Cukai melakukan penegahan terhadap sejumlah barang. Kemarin, ada ribuan Blackberry. Ada di Tanjung Balai Karimun," kata Jusuf.
Jusuf mengatakan, penyelundupan tersebut melalui Batam, memakai pesawat domestik, dan ditegah di Bandara Soekarno-Hatta. Namun, Jusuf enggan mengatakan lebih lanjut mengenai nominal pastinya. "Kalau Blackberry saja Rp 10 juta, kalau jumlahnya 2.000 berarti sekitar Rp 2 miliar ya. Tapi data detailnya nanti ya," ujarnya.
Jusuf mengakui, jumlah ini meningkat dibanding tahun 2008 sebelumnya. Pasalnya, situasi ekonomi saat ini sedang turun sehingga kecenderungan orang mencari sesuatu yang lebih mudah dan murah."Orang cari kalau bisa gratis karena kan situasi sedang susah," ujarnya.
Untuk mencegah kasus penyelundupan, pihaknya telah memperketat operasi pengawasan. Tahun 2008 Bea dan Cukai melakukan operasi terpadu di wilayah barat Indonesia di sejumlah kantor wilayah.
Untuk tahun 2009, Bea dan Cukai juga lebih mengintensifkan pengawasan. "Kami sering rakor untuk samakan persepsi daerah-daerah mana yang risikonya sangat besar. Kalau banyak penangkapan tapi penyidiknya kurang, maka kami kirim penyidik ke sana," ujarnya.
Selain itu, Jusuf menyebutkan, pihaknya juga melakukan penangkapan terhadap penyelundupan produk tekstil. "Untuk melakukan pengawasan sangat luas wilayahnya, jadi ada juga loss. Yang pasti, penyelundupan masih ada," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang