Bea dan Cukai Amankan 2.000 Blackberry

Kompas.com - 27/02/2009, 15:23 WIB

JAKARTA, JUMAT — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen) mengamankan 2.000 produk Blackberry sepanjang tahun 2009 ini.  Hal tersebut disampaikan Direktur Peningkatan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Jusuf Indarto di Jakarta, Jumat (27/2).

"Sepanjang tahun 2009 Bea dan Cukai melakukan penegahan terhadap sejumlah barang. Kemarin, ada ribuan Blackberry. Ada di Tanjung Balai Karimun," kata Jusuf.

Jusuf mengatakan, penyelundupan tersebut melalui Batam, memakai pesawat domestik, dan ditegah di Bandara Soekarno-Hatta. Namun, Jusuf enggan mengatakan lebih lanjut mengenai nominal pastinya. "Kalau Blackberry saja Rp 10 juta, kalau jumlahnya 2.000 berarti sekitar Rp 2 miliar ya. Tapi data detailnya nanti ya," ujarnya.

Jusuf mengakui, jumlah ini meningkat dibanding tahun 2008 sebelumnya. Pasalnya, situasi ekonomi saat ini sedang turun sehingga kecenderungan orang mencari sesuatu yang lebih mudah dan murah."Orang cari kalau bisa gratis karena kan situasi sedang susah," ujarnya.

Untuk mencegah kasus penyelundupan, pihaknya telah memperketat operasi pengawasan. Tahun 2008 Bea dan Cukai melakukan operasi terpadu di wilayah barat Indonesia di sejumlah kantor wilayah.

Untuk tahun 2009, Bea dan Cukai juga lebih mengintensifkan pengawasan. "Kami sering rakor untuk samakan persepsi  daerah-daerah mana yang risikonya sangat besar. Kalau banyak penangkapan tapi penyidiknya kurang, maka kami kirim penyidik ke sana," ujarnya.

Selain itu, Jusuf menyebutkan, pihaknya juga melakukan penangkapan terhadap penyelundupan produk tekstil. "Untuk melakukan pengawasan sangat luas wilayahnya, jadi ada juga loss. Yang pasti, penyelundupan masih ada," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau