Biaya Cetak dan Distribusi Surat Suara Membengkak

Kompas.com - 27/02/2009, 15:37 WIB

JAKARTA, JUMAT — Biaya cetak surat suara pemilihan umum (pemilu) legislatif dipastikan mengalami penambahan. Begitu juga dengan biaya proses pendistribusian surat suara tersebut sebagai dampak dari terbitnya peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) tentang perubahan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
   
Hal itu disampaikan Ketua KPU Hafiz Ansyari seusai shalat Jumat di Kantor KPU. Menurutnya, perubahan biaya tersebut pasti terjadi karena akan banyak perubahan jumlah pemilih yang belum masuk DPT.   

"Kalau perubahan biaya sudah bisa kita pastikan. Karena jumlah DPT-nya kan tambah, otomatis perlu tambahan cetak surat suara ulang," terangnya, Jumat (27/2).

Hanya saja, guru besar IAIN Antasari Banjarmasin ini belum bisa mempredikasi besaran angka perubahan anggaran tersebut. Karena pihaknya belum menerima jumlah pemilih susulan dari berbagai daerah.   

Menurutnya, data tersebut akan diketahui dalam pertemuan seluruh ketua KPU se-Indonesia yang akan digelar Rabu hingga Kamis mendatang karena masing-masing KPU daerah akan membawa hasil penghitungan DPT tersebut saat rapat kerja nasional mendatang. "Kami sudah meminta agar data yang sudah di-entry dibawa. Biar nanti dapat dicocokkan dengan data yang ada terus diplenokan," tandasnya.

Meski begitu, pihaknya berjanji perubahan DPT tidak akan mengganggu jalannya tahapan pemilu, khususnya proses cetak surat suara. Karena masa kontrak antara KPU dan rekanan berlaku selama 65 hari dan masa kerjanya selama 35 hari. Dengan semakin cepat DPT itu disahkan, maka akan semakin cepat selesai. Asalkan data tersebut harus cepat dikirim oleh masing-masing daerah. Dalam catatan, besar anggaran yang digunakan untuk mencetak surat suara Rp 1,2 triliun. Namun, dari besaran dana tersebut masih tersisa sekitar 50 persen atau sekitar Rp 500 miliar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau