Adhyaksa Dault Calon Alternatif

Kompas.com - 27/02/2009, 22:58 WIB

GORONTALO, JUMAT- Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Gorontalo bakal mengajukan nama Adhyaksa Dault sebagai pemimpin alternatif dari wilayah Indonesia timur. 

"Di samping Hidayat Nurwahid, sosok Adhyaksa Dault juga punya peluang kuat sebagai calon pemimpin yang bakal kami usung. Soal siapa yang akan menjadi capres nantinya, itu urusan dewan syura PKS," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Gorontalo Abdurrahman Bachmid, Jumat (27/2).

Namun yang pasti, pihaknya akan berupaya agar Menteri Negara Pemuda dan Olahraga itu dapat masuk dalam bursa capres mendatang, meski saat ini terjadi aksi ’saling merapat’ antara Jusuf Kalla (JK) dari partai Golkar dengan Hidayat Nurwahid dari PKS .

Menurut Bacmid, peluang Adyaksa sangat memungkinkan untuk menjadi alternatif pilihan, apabila terjadi perkembangan di luar dugaan, bahwa   Golkar ternyata mengusung capres selain JK.

"Misalkan Golkar ternyata mengusung Sri Sultan sebagai Capres, maka kami kira yang paling cocok untuk menjadi pendampingnya adalah Adyaksa Dault," katanya.

Keduanya digambarkannya sebagai pasangan serasi, ibarat rem dan dan gas kendaraan yang bisa membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik.

Dia mengatakan, pernyataan untuk mendukung putra pengacara terkenal HM Dault itu akan lebih dipertegas oleh PKS setempat, saat kunjungan Adyaksa ke Gorontalo pada 8 Maret mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau