JAKARTA, SABTU — Tersangka praktik aborsi Klinik Dr. Abdullah, Atun, menangis sesenggukan saat proses penggeledahan berlangsung di dua rumahnya, blok A 10 dan A 12, Jl Percetakan Negara II, Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2). Atun, yang mengenakan baju putih dan jilbab biru, menutupi wajahnya dibalik tubuh salah satu petugas kepolisian.
Saat ditanya wartawan, Atun tak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia malah semakin kuat menangis, dan terlihat sesenggukan. Dalam penggeledahan di A 10, polisi tampak mengamankan beberapa tong sampah dan sejumlah peralatan praktik, serta sebuah kursi periksa.
Sementara itu, karena Atun mengaku tak memegang kunci gembok rumahnya di A 12, polisi membuka paksa pintu gerbang dengan sebuah linggis. Kedua rumah Atun, berpintu dan jendela full kaca, layaknya sebuah tempat usaha. Dari luar, jelas terlihat perabot di dalamnya merupakan perabot-perabot yang lumayan berkelas. Kedua rumah Atun ini pernah dijadikan sebagai tempat praktik pengguguran kandungan. (ING)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang