Luapan Bengawan Solo Semakin Parah

Kompas.com - 01/03/2009, 07:59 WIB

BOJONEGORO, MINGGU — Putusnya tanggul di Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, sepanjang 200 meter memperparah genangan air di Kanor hingga Baureno. Jalur lalu lintas Surabaya-Babat ditutup di pertigaan Babat dekat jembatan baru.

Arus deras dari pintu keluarnya air (doorlat) yang telah ditutup semakin deras menggenangi jalur Babat-Bojonegoro. Bila bus-bus, truk, dan kendaraan roda empat lewat dikhawatirkan menimbulkan getaran kuat yang memicu jebolnya tanggul. Sejak Sabtu malam terlihat bus-bus diparkir di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Plaosan Babat.

"Di Gajahbolong air sudah melintasi jalur Bojonegoro-Babat," kata Lamari, salah satu kru bus. Sementara itu, akibat luapan Bengawan Solo jumlah desa yang terendam terus bertambah.

Luapan air sudah menerjang 128 desa di 14 kecamatan di Bojonegoro. Sebanyak 20.170 rumah yang dihuni 24.620 keluarga atau 88.138 jiwa terendam. Jumlah pengungsi mencapai 10.881 jiwa di 45 titik lokasi pengungsian. Sarana pendidikan yang terendam sebanyak 18 TK, 102 SD, dan dua SMP. Air juga menggenangi 41 masjid dan 199 mushala. Areal pertanian yang terendam terdiri dari 8.829 hektar padi dan 1.125 hektar jagung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Parwoto menyatakan belum bisa menghitung kerugian karena tanaman masih terendam. "Kami perlu memilah berapa yang siap panen, berapa yang baru tanam," katanya.

Di Tuban tanggul di Desa Tegalsari, Kecamatan Widang, Minggu (1/3) pukul 04.00 jebol 20 meter. Di Widang, banjir merendam Desa Ngadipuro, Widang, Patihan, Tegalsari, Kedungharjo, Tegalrejo, dan Simorejo. Camat Widang Bambang Dwijono menyebutkan, sebanyak 1.082 rumah terendam, di antaranya di Ngadipuro (454) dan Patihan (350).

Warga mendirikan tenda pengungsian di Dusun Pencol, Desa Widang. Kondisi masih bisa lebih parah karena tanggul di Desa Kedungharjo bocor dan Embong Salen di Desa Tegalsari jebol. Warga Kedungharjo kini harus menempuh jalur memutar lewat Bendunggerak Babat. Di Lamongan, jebolnya tangkis Desa di Bulutigo, Kecamatan Laren, dan di Desa Mluwur, Kecamatan Glagah, memperparah banjir.

Sampai hari ini 700 warga mengungsi. Akses jalan raya juga terputus sehingga warga menggunakan perahu sejak Sabtu lalu.

Hinggga kini banjir Bengawan Solo juga masih menggenangi Gresik. Jalur Gresik-Dukun tergenang di sembayat, Sidomukti, Kecamatan Bungah, dan Desa Dukunanyar dan Sembungankidul di Kecamatan Dukun. Pasar Dukun terendam banjir. Warga Desa Baron dan Babaksari terisolasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau