LONDON, SENIN — Kemenangan Manchester United di Piala Carling tidak lepas dari peran kiper Ben Foster. Kiper ketiga MU ini langsung memberikan gelar juara hanya dengan bermain tiga kali turnamen tersebut.
Sejak MU membelinya dari Wrexham dengan harga satu juga poundsterling pada 2005, kiper berusia 25 tahun ini belum mendapatkan tempat di tim utama. Namanya tenggelam oleh pemain berpengalaman Edwin van der Sar dan Tomasz Kuszczak. Cedera ligamen membuat namanya semakin terkubur dalam waktu lama.
Setelah tiga tahun dipinjamkan ke Watford, ia akhirnya menjalani debut di Premier League lawan Derby County pada Maret 2008. Ia sebetulnya hendak diikutkan dalam duel Piala Dunia Antarklub tahun lalu, tetapi batal karena jarinya patah. Posisinya kemudian digantikan oleh Ben Amos, kiper yang kini belum genap 19 tahun.
Musim ini, nasibnya berubah. Ia mulai dipercaya menjaga gawang pada duel akbar Liga Champions. Pertandingan lawan Celtic di penyisihan grup pada September silam menjadi laga perdananya musim ini.
Sebulan kemudian, ia memulai debutnya di Piala Liga dengan menggantikan Amos dan Kuszczak. Di pertandingan ini, MU berhasil mengalahkan tamunya Blakcburn Rovers pada putaran kelima (perempat final).
Pelatih Sir Alex Ferguson sempat mengembalikan tugas kiper itu kepada Kuszczak pada leg pertama semifinal lawan tuan rumah Derby County. Namun, kekalahan 0-1 di kandang lawan itu membuat Ferguson kembali memilih Foster di leg kedua dan MU menang 4-2.
Fergie lantas tak ragu lagi memilihnya di partai puncak, Minggu (1/3), dan Foster menjawab tugas itu dengan baik. Tak kurang dari dua kali melakukan penyelamatan ciamik di waktu normal, kiper asal Inggris tersebut kembali gemilang di babak adu penalti.
Ia berhasil menahan tendangan algojo pertama Spurs, Jamie O'Hara, dan membuat David Bentley bergidik menghadapinya. "Penyelamatan pertama Ben Foster sangat fantastis dan memberi semangat besar bagi para pemain di lapangan," kata Ferguson kepada Sky Sports.
Dengan sukses ini, bukan tidak mungkin Foster akan menjadi pesaing kuat bagi Kuszczak untuk memperebutkan tempat utama yang bakal ditinggalkan Van der Sar dua tahun mendatang. Ferguson pun mengakui hal itu. Asal cederanya tidak kambuh lagi, kekuatan karakter Foster bakal menjadikannya kiper masa depan MU.
"Masa depan akan menjadi miliknya. Saat ini masih milik Van der Sar, itu sudah pasti tapi performanya (Foster) memperkuat pendapat saya tentang kemampuan dan kepercayaan dirinya," tambah Ferguson.
Kuszczak sampai kini sudah mencatat tujuh kali tampil untuk MU atau satu laga lebih banyak dibanding Foster. Kedua kiper cadangan ini setidaknya bakal bersaing ketat pada ajang Piala FA dan mewujudkan rencana MU meraih quintuple gelar tahun ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang