Mourinho: Seri yang Lebih Bernilai dari Emas

Kompas.com - 02/03/2009, 05:57 WIB

MILAN, SENIN — Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, menyebut timnya sudah bangkit dan kembali menunjukkan karakter sejatinya, yaitu tim bermental juara. Hal ini disampaikannya seusai pertandingan versus AS Roma yang berakhir 3-3. Padahal, saat itu, Inter sempat tertinggal 0-2 dan 1-3.

Mourinho menambahkan, hasil imbang yang diraih seperti itu jauh lebih berharga ketimbang emas karena tidak semua tim bisa melakukannya. Menurutnya, kualitas sebuah tim akan terlihat kemurniannya ketika berhadapan dengan ancaman kalah. "Rasanya lebih seru (bukan pasrah) bila Anda menghadapi ancaman kalah bersama tim kuat," kata Mourinho.

"Kami tertinggal 0-2 dan 1-3, namun kami segera bereaksi. Kami sadar kami begitu mudah memberikan gol dan kemudian kami bangkit," ungkap "The Special One".

Pada pertandingan itu, saat tertinggal 1-3, Inter mendapat hadiah penalti setelah gelandang AS Roma, Daniele De Rossi, melanggar penyerang Inter, Mario Balotelli. Tanpa membuang peluang, Balotelli sukses memanfaatkan peluang itu untuk membawa timnya mendekati Roma, 2-3. Belakangan penalti ini dinilai tidak adil karena ada dugaan Balotelli berpura-pura jatuh. "Saya tahu, tak mudah melihat keadaan berubah tiba-tiba. Apalagi, dengan cara seperti itu (penalti dramatis). Tapi, terlepas dari kontroversi, kualitas tim kami tak terbantahkan," sambung Mourinho.

Seperti diketahui juga, Inter akhirnya menyamakan kedudukan melalui Hernan Crespo. "Crespo profesional sejati. Ia tahu ia tak akan dimainkan bila ada Zlatan Ibrahimovic, Adriano, dan Balotelli. Namun ketika ada kesempatan, ia tetap memberikan yang terbaik. Saya bangga kepadanya," tambah Mourinho. (CH4)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau