Garuda Baru Bisa ke Eropa Akhir Tahun

Kompas.com - 02/03/2009, 14:09 WIB

JAKARTA, SENIN — Garuda Indonesia tidak bisa langsung terbang ke Eropa jika benar embargo penerbangan Indonesia ke Uni Eropa dicabut Juni mendatang. Diperkirakan, baru akhir tahun Garuda bisa terbang. Demikian dikatakan Presiden dan CEO Garuda Emirsyah Satar di sela-sela pembukaan World Islamic Economic Forum yang dibuka Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Senin (2/3).

"Kalaupun sudah siap, Garuda belum tentu juga terbang pada bulan Juni. You mau terbang, tapi pasarnya tidak ada, terus mau apa? Kita mau terbang tapi kosong, terus ngapain kita?" kata Emirsyah.

Menurut Emirsyah,, ada beberapa hal yang perlu disiapkan karena Garuda telah lama tidak terbang ke Eropa. Persiapan tersebut meliputi persiapan pesawat, destinasi penerbangan, distribusi, agen-agen, dan yang terpenting adalah pasarnya ada atau tidak. "Hal tersebut memakan waktu 3-4 bulan. Jika embargo dicabut Juni, berarti baru akhir tahun (Garuda terbang ke Eropa)" kata Emirsyah.

Emirsyah mengatakan, nasib Garuda dan maskapai penerbangan lokal lainnya tergantung dari kinerja regulator dalam memenuhi aturan penerbangan sipil internasional. Menurutnya, saat ini para regulator tersebut, International Civil Aviation Organization (ICAO) dan Departemen Perhubungan, masih terus melakukan pembicaraan. "Tapi saya optimistis karena ada perubahan di Indonesia," kata Emirsyah.

Menurutnya, perubahan itu ditandai dengan pembaruan regulator dalam penerbangan kita. Bisa ditunjukkan dengan disahkannya UU No 1/2009 tentang Penerbangan. Selain itu, kata Emirsyah, faktor kepercayaan luar negeri mulai meningkat. "Tahun lalu orang yang datang ke Indonesia meningkat hampir 8 persen," ungkap Emirsyah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau