HONGKONG, SENIN - Ilmuwan Hongkong dan Amerika Serikat telah mengembangkan vaksin baru flu burung yang lebih murah dan efektif dibanding pendahulunya. Demikian disampaikan para ahli di Universitas Hongkong, Senin.
Para ahli mikrobiologi dari universitas dan National Institute of Health di Amerika SErikat mengatakan, vaksin yang dibuat dengan memodifikasi vaksin cacar secara genetik memiliki respons imun (kekebalan tubuh) yang lebih cepat dari alternatif yang sudah ada. Vaksin semacam merupakan solusi potensial bagi upaya pencegahan pandemik virus H5 di masa mendatang.
Satu dosis vaksin akan memberikan respons perlindungan imun yang cepat, jelas para ahli dalam sebuah pernyataan. Dalam situasi pandemik H5 seperti saat ini, vaksin semacam mesti segera disebarkan. Penggunaan yang tepat dan cepat akan memberi perlindungan imun setelah dosis pertama diberikan.
Yang lebih menggembirakan lagi, produksi vaksin ini tidak membutuhkan fasilitas yang rumit. Karena itu akan memudahkan negara-negara berkembang memroduksinya dalam jumlah besar.
Tim peneliti ini berharap bahwa vaksin baru ini memberi keuntungan yang beragam selain murah dan dapat bertahan hingga beberapa tahun seperti dikutip South China Morning Post, Senin.
Hongkong merupakan negara yang pertama kalinya melaporkan adanya wabah H5N1 pada manusia pada tahun 1997. Saat itu enam orang meninggal karenanya. Sekitar 250 orang meninggal karena virus flu burung sejak tahun 2003,kata badan kesehatan dunia, WHO.Kebanyakan dari penderita ini pernah melakukan kontak dengan unggas mati. Para ilmuwan saat itu sempat khawatir virus ini suatu hari bakal bermutasi dan dapat menyebar antar manusia, hingga menyebabkan pandemik.
Di Bulan Desember, pejebat setempat di Hongkong menemukan H5N1 pada seekor ayam di sebuah peternakan yang akhirnya menewaskan sekitar 90.000 ayam lainnya karena tertular. Lusinan unggas liar di berbagai wilayah yang berbeda di kota telah diperiksa dan ditemukan mereka oleh virus flu burung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang