Rupiah dan Won Keok Lagi terhadap Dollar AS

Kompas.com - 02/03/2009, 16:50 WIB

SINGAPURA, SENIN — Won Korea dan rupiah Indonesia memimpin penurunan mata uang Asia pada hari ini. Hal ini diakibatkan adanya kekhawatiran kalau resesi global akan semakin parah. Alhasil, banyak investor yang tidak mau membeli aset-aset di pasar emerging market.

Asal tahu saja, sudah tiga hari ini mata uang won mengalami penurunan. Bahkan, penurunannya menyentuh level terndah sejak 1998. Salah satu penyebabnya adalah cadangan mata uang asing di Negeri Ginseng itu kian menipis. “Mata uang Asia pada dasarnya memiliki pergerakan searah dengan pasar bursa,” ujar Vushnu Varathan, Regional Economist Forecast Singapore Ltd.

Berdasarkan data dari Seoul Money Brokerage Services Ltd, mata uang won mengalami pelemahan sebesar 1,7 persen menjadi 1.560,25. Beberapa waktu lalu, won sempat menembus level 1.568,50 yang merupakan angka terendah sejak Maret 1998. Dengan demikian, sepanjang tahun ini won sudah mengalami pelemahan sebesar 19 persen dan merupakan pelemahan terbesar di antara sepuluh mata uang Asia yang diperdagangkan di luar Jepang.

Melemahnya mata uang asing di kawasan regional sangat erat berhubungan dengan tingkat ekspor di negara bersangkutan. Asal tahu saja, sudah empat bulan ini, tingkat ekspor Korea Selatan melempem akibat turunnya permintaan dari AS, Jepang, dan Eropa.

“Won akan tetap mengalami tekanan seiring dengan rendahnya pendapatan yang diterima para eksportir, meski demikian, selalu ada kesempatan bagi pemerintah untuk melakukan intervensi agar tingkat volatilitas dapat dikurangi,” jelas Kim Sung Soon, Currency Dealer Industrial Bank of Korea di Seoul.

Sementara itu, mata uang rupiah mengalami pelemahan sebesar 1,6 persen  menjadi Rp 12.175 per dollar  AS di Jakarta. Sedangkan, dollar Taiwan melemah 0,5 persen menjadi 35,135 dollar Taiwan.

Mata uang sejumlah negara Asia lainnya juga mengalami kondisi serupa. Peso Filipina keok 0,5 persen menjadi 49,05, baht Thailand melemah 0,1 persen menjadi 36,17, dan dollar Singapura melemah 0,3 persen menjadi 1,5512 dollar Singapura. Hari ini, dong Vietnam tak banyak mengalami perubahan dan bertengger pada posisi 17.480. (Barratut Taqiyyah/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau