Berikan Suara Anda untuk Taman Nasional Komodo

Kompas.com - 02/03/2009, 16:59 WIB

JAKARTA, SENIN — Ingatkah Anda lepasnya Borobudur sebagai keajaiban dunia tidak masuk dalam vote tujuh keajaiban dunia yang digelar New7Wonder tahun 2007. Tentu saja itu karena kurangnya partisipasi masyarakat memberikan suaranya lewat situs www.new7wonders.com.

Nah, pada tahun ini untuk jangka waktu 2009-2011, lembaga nirlaba internasional yang fokus pada pematenan keajaiban dunia itu kembali menggelar Tujuh Keajaiban Dunia yang mengangkat tema keajaiban alam. Terdapat tujuh grup, yakni grup A (Pemandangan), B (Pulau), C (Gunung Merapi), D (Lembah), E (Taman Nasional), F (Danau dan Air Terjun), dan G (Seascapes).

Indonesia sendiri berhasil memasukkan Taman Nasional Komodo (TNK) yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Hingga Senin, 2 Maret, TNK berada di urutan ke-13. TNK bersaing ketat dengan Puerta Princesa (Filipina) di urutan pertama, Soundarbans Forest (Banglades) urutan kedua, Amazon (Brasil) di urutan ketiga, Christmas Island (Australia) posisi empat, Tree if Life (Bahrain) di urutan kelima, dan lain-lain.

"Tidak ada batasan jumlah suara yang bisa menempatkan TNK menjadi nomor satu. Intinya berikan semua suaramu. Saya berharap semoga TNK menjadi destination dunia dan kebanggaan Indonesia yang pada akhirnya masuk dalam tujuh keajaiban dunia," kata Dr. Sapta Nirwandar, Dirjen Pemasaran Depbudpar.

Menurut Sapta, untuk memberikan vote kepada TNK, masyarakat bisa mengakses langsung di situs web www.new7wonders.com atau melalui situs web lain, seperti www.depbudpar.go.id dan www.kompas.com.

"Satu suara satu orang, dan hasil suaranya akan dikonfirmasi melalui e-mail yang bersangkutan," terang Sapta. Vote untuk TNK telah dibuka sejak awal 2009, pada 7 Juli nanti kandidat akan diperkecil menjadi 77 besar (masing-masing kategori memuat 10 item) dan selanjutnya 31 Desember menjadi 21 besar (3 besar pada masing-masing kategori).

Maka berikanlah dukungan anda sebesar-besarnya dengan mengakses situs web www.new7wonders dan klik Taman Nasional Komodo sebagai pilihan Anda.

"Kembalikan kejayaan wisata Indonesia agar tragedi Borobudur yang amblas sebagai 7 keajaiban dunia tidak terulang kembali," tegas Sapta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau