JAKARTA, SENIN — Pemilik klinik aborsi di Jalan Percetakan Negara II Jakarta, Junatun (bukan Sriatun seperti diberitakan sebelumnya) alias Atun alias Bidan Sisca tidak hanya menyembunyikan janin hasil aborsi ke saluran air yang didesain khusus.
Untuk janin berumur lima bulan ke atas dikubur ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kawi-Kawi, Keramat Sentiong, Johar Baru, Jakarta Pusat.
"Ini laporan dari warga. Tetangganya sudah mulai gerah. Kata tetangganya, Atun suka panggil tukang gali. Sekarang anggota masih ada di sana," ujar Kapolsek Johar Baru, Kompol Theresia M, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/3).
Menurut dia, warga sudah geram dengan kelakuan Atun dan komplotannya. Dia mengatakan, awalnya, warga berniat menghancurkan tiga rumah milik Atun di Jalan Percetakan Negara II Jakarta itu.
"Warga menganggap rumah itu sudah bikin kotor lingkungan sekitar," kata wanita yang sering disapa Bunda itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang