Foto David Hartanto Widjaja di Dinding Sekolah

Kompas.com - 03/03/2009, 03:57 WIB

Bagi kalangan dunia pendidikan Depertemen Pendidikan Nasional, sosok David memang bukan sosok asing. Prestasi dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di sekolahnya justru mengantarkannya berkelana keliling sejumlah negara untuk mengikuti berbagai olimpiade pendidikan.

Atas berbagai prestasinya akhirnya nama David mulai dikenal. Seiring seringnya keluar negeri David Hartanto Widjaja akhirnya dikenal rekan-rekan guru karyawan sekolah. Foto-foto prestasinya di berbagai kegiatan juga menghiasi dinding sekolah yang berada di kawasan Tanjung Duren Jakarta.

Persda yang Senin (2/3) malam datang ke SMK Penabur tidak mudah mengorek keterangan tentang sosok David. Persda dihadang petugas keamanan di sekolah itu. Mereka takut mendapatkan teguran oleh pihak sekolah jika memberikan keterangan seputar siapa sebenarnya David.

Awalnya memang tidak semua tahu sosok David mengingat di sekolah itu tidak hanya David yang mempunyai prestasi. Namun mereka baru tahu sosok David setelah melihat foto David ada yang terpasang di dinding sekolah. "Foto David itu ada dipasang di dinding sekolah karena memang dia sering ikut lomba di luar negeri," ungkap salah seorang petugas keamanan sekolah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, saat menjadi siswa di sekolah tersebut, dia beberapa kali dikirim keluar negeri untuk mewakili Indonesia. Pada tahun 2004, David menjadi salah satu peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan tahun 2005 mengikuti Olimpiade Matematika Internasional (IMO) di Meksiko.

Bagaimana sebenarnya sosok David di mata rekan-rekannya. Mengutip blog yang beralamat di livinalife.blogspot .com, David Hartanto Widjaya di kampus akrab atau dikenal dengan nama panggilan Ming Ming.

Ming Ming dikenal sebagai siswa riang bahkan banyak orang yang tahu dia sebagai pemain keen World of Warcraft 3, yang dimainkan melalui jaringan lokal di kampus. Sebagai seorang pencinta games, teman-temannya tidak pernah bayangkan bahwa Ming Ming akan melakukan tindakan seperti itu.

Seorang teman saya melihat sedikit perubahan Ming Ming sekitar seminggu yang lalu, entah waktu yang jelas Ming Ming berhenti kontak dengan teman-temannya.

Masih dalam blog itu, walaupun yakin pada profesor sangat baik direncanakan namun bunuh diri bukan ide asli. Cara dia menggorok sendiri pergelangan tangan sebelum jumping gedung dari lantai dua menyatakan ragu-ragu dalam bertindak. "Mungkin dia pikir mudah untuk bunuh diri oleh slitting pergelangan tangan, namun kita semua tidak tahu, biasanya orang-orang yang berhenti saat mereka mulai merasakan sakit," katanya. (eko sutriyanto/berbagai sumber)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau