Ranieri: Mourinho Lebih Jago Pidato daripada Melatih

Kompas.com - 03/03/2009, 04:49 WIB

TURIN, SELASA — Pelatih Juventus, Claudio Ranieri, menyebut pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, memiliki kemampuan berpidato lebih baik dari dirinya dan pelatih AS Roma, Luciano Spalletti. Bahkan, Ranieri menyebut bahwa kemampuan pidato Mourinho bisa jadi lebih baik dari kemampuannya (Mourinho) melatih.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan pertandingan antara Roma dan Inter yang secara dramatis berakhir 3-3. Sindiran ini hampir pasti akan membuat Mourinho panas dan membuat pernyataan balasan.

Seperti diketahui, pada pertandingan itu, Roma sempat memimpin 3-1 sebelum akhirnya Inter menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Titik balik kebangkitan Inter adalah ketika wasit Nicola Rizzoli memberikan hadiah penalti yang sukses dieksekusi oleh Mario Balotelli. Kemudian, Inter menyamakan kedudukan melalui Hernan Crespo.

Penalti itu kemudian memunculkan kontroversi, mulai soal tuduhan diving kepada Balotelli sampai wasit yang dicap membela Inter. Menanggapi hal itu, Mourinho menyatakan kalau Balotelli tidak diving, penalti itu memang sah, dan kemenangan Inter bukan karena penalti melainkan mental juara.

Pembelaan Mourinho inilah yang kemudian dijadikan dasar penilaian Ranieri menyebut Mourinho jago pidato. "Saya dan Spalletti bukan ahli pidato. Tapi kalau Mourinho, ia berpidato lebih baik dari kami dan mungkin juga lebih baik dari kemampuannya melatih juga," kata Ranieri. (AN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau