CIA Hancurkan 92 Rekaman

Kompas.com - 03/03/2009, 07:29 WIB

WASHINGTON, SELASA — Badan Pusat Intelijen Amerika (CIA) menghancurkan 92 rekaman video wawancara yang dilakukan terhadap para tersangka teroris. Demikian pengakuan seorang pengacara bagi Pemerintah AS.

CIA sebelumnya mengatakan bahwa mereka hanya menghancurkan dua rekaman video.

Organisasi hak-hak sipil AS, ACLU, mengajukan gugatan hukum terhadap CIA untuk mendapatkan rincian interogasi terhadap para tersangka teroris. Teknik-teknik yang digunakan dikatakan termasuk water-boarding, simulasi di mana seorang tersangka merasa seakan-akan tenggelam, yang oleh pemerintahan Obama dikatakan sebagai penyiksaan.

Pengakuan bahwa 92 rekaman interogasi telah dihancurkan dinyatakan secara tertulis dalam sepucuk surat kepada hakim yang memimpin sidang gugatan ACLU. "CIA sekarang sudah dapat mengumumkan jumlah rekaman video yang dihancurkan," demikian menurut sepucuk surat yang dikirim oleh pejabat sementara Pengacara AS Lev Dassin, yang didapat oleh BBC. "Sembilan puluh dua rekaman video dihancurkan."

Surat yang bertanggal 2 Maret itu mengatakan, CIA sedang mengumpulkan lebih banyak rincian bagi gugatan hukum itu, seperti daftar catatan yang dihancurkan, segala catatan yang berisi gambaran mengenai video-video itu, dan identitas orang-orang yang mungkin telah menonton atau memiliki copy video itu sebelum dihancurkan.

Para pengacara Pemerintah AS mengatakan, sebagian informasi itu adalah rahasia. "CIA berniat menyediakan semua informasi yang diminta oleh pengadilan dan menyediakan sebanyak mungkin informasi bagi catatan publik kepada pihak penggugat," demikian dikatakan dalam surat itu.

Tahun 2005, seorang hakim memerintahkan agar semua bukti mengenai perlakuan terhadap para tahanan di Teluk Guantanamo disimpan. Bulan Desember 2007, CIA membeberkan bahwa dua rekaman video wawancara sudah dihancurkan lima bulan setelah putusan itu.

Tetapi badan itu mengatakan, putusan pengadilan itu tidak berpengaruh terhadap rekaman-rekaman video yang sudah dihancurkan karena keduanya memenyimpan informasi insiden yang terjadi sebelum para tersangka dipindahkan ke Guantanamo.

Dibuat Tahun 2002

Kepala CIA saat itu mengatakan, berbagai rekaman tersebut dibuat tahun 2002 untuk keperluan internal dan dihapus karena rekaman-rekaman itu tidak lagi memiliki nilai intelijen dan dapat menyebabkan para agen CIA teridentifikasi.

Bulan Januari 2008, Departemen Kehakiman melakukan penyelidikan untuk mencari jawaban dari berbagai pertanyaan mengenai rekaman-rekaman itu. Video-video itu menjadi isu yang hangat selama sidang pengadilan salah satu pelaku serangan 11 September, Zacarias Moussaoui, yang dijatuhi hukuman penjara atas perannya dalam serangan itu.

Tim jaksa penuntut awalnya mengklaim bahwa tidak ada rekaman video interogasinya, tetapi kemudian mereka mengakui ada rekaman video dan audio wawancara dengan Moussaoui.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau