JAKARTA, SELASA — Dalam laporan riset yang dirilis hari ini, BNI Securities menilai aksi PT Bakrieland Development Tbk dalam menerapkan konsep lingkungan hijau atau green concept akan berdampak positif ganda bagi perusahaan, yaitu dari citra dan kinerjanya.
“Hal ini sangat baik di mana ELTY melakukan diferensiasi dengan menciptakan produk yang ramah lingkungan. Langkah ini masih jarang dilakukan oleh para pengembang lainnya sehingga akan memberikan daya tarik lebih bagi calon konsumen,” jelas Maxi Liesyaputra, analis BNI Securities.
Maxi juga menjelaskan, seiring dengan peningkatan pengetahuan di masyarakat, konsep ramah lingkungan diperkirakan akan menjadi tren baru untuk hunian. Namun yang menjadi penghalang bagi konsumen adalah dari sisi harga yang lebih mahal dibandingkan konsep hunian biasa.
“Dengan kondisi krisis ekonomi global saat ini, kami perkirakan dampaknya bagi perusahaan hanya akan berlangsung sementara karena golongan menengah atas yang menjadi target pasar ELTY merupakan golongan yang tidak terlalu terpengaruh oleh penurunan pertumbuhan ekonomi nasional. Mereka akan lebih banyak bersikap wait and see,” tulis Maxi.
Sekadar informasi, Bakrieland Development memang tengah mengembangkan proyek properti green concept yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan proyek biasa. Manajemen ELTY menganggap konsep ini akan mampu bersaing dalam kondisi dan situasi pasar yang tidak menentu saat ini.
Kelebihan dari green concept terletak pada pengurangan dampak pemanasan global yang sebagian besar diakibatkan oleh efek rumah kaca dan emisi gas buang kendaraan. Selain itu, konsep ini juga merupakan bentuk corporate social responsibility yang dilakukan ELTY. Hingga saat ini, perusahaan ini sudah menggunakan green concept pada Rasuna Epicentrun, Bogor Nirwana Residence (BNR), dan Bali Nirwana Resort.
Bagaimana dengan kinerjanya? Maxi meramalkan, pada tahun 2008 ELTY mampu mencatat pendapatan Rp 1,1 triliun dengan laba bersih Rp 188 miliar. Sementara untuk tahun 2009, BNI Securities memperkirakan pendapatan ELTY akan mencapai Rp 1,55 triliun yang disertai dengan laba bersih Rp 240 miliar.
Berdasarkan hal itu, BNI Securities merekomendasikan “Buy” untuk ELTY dengan target harga dalam 12 bulan ke depan adalah Rp 730. (Barratut Taqiyyah/Kontan)