JAKARTA, SELASA — Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia mengincar peluang untuk mendapatkan investasi dari dana cadangan negara-negara Timur Tengah. Peluang tersebut dinilai sangat besar mengingat nilai dana cadangan tersebut mencapai 1,5 triliun dollar AS.
"Ini adalah peluang kita," kata Wakil Ketua Umum Bidang UMKM dan Koperasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sandiaga S Uno dalam kesempatan World Islamic Economic Forum di Jakarta, Selasa (3/3).
Sejauh ini, kata Sandiaga, para investor Timur Tengah baru menginvestasikan dana cadangannya sebesar 1,5 miliar dollar AS. Tujuan investasi terbesar masih di lokasi dengan tingkat perekonomian yang mapan, seperti New York dan London.
Menurut Sandiaga, krisis yang terjadi saat ini membuka mata para investor Timur Tengah bahwa Indonesia merupakan lahan investasi yang baik. "Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, dan mempunyai pasar yang besar, 240 juta orang," kata Sandiaga.
Sekalipun para investor tersebut mengincar investasi yang besar seperti energi dan pariwisata, menurut Sandiaga, UMKM tetap bisa mencuri peluang. "Sebesar apa pun investasinya, tetap ada turunannya," ujarnya.
Sandiaga mencontohkan, kalau ada investasi pariwisata maka sektor UMKM bisa berperan di sana, seperti menyediakan outsourcing, binatu, transportasi, maupun produk-produk kerajinan. "UMKM kalau diarahkan dengan baik, dibukakan pasar, pendanaannya, maka bisa bergerak dengan baik. UMKM bisa besar karena kemitraan maka kita kuatkan investasi-investasi besarnya," kata Sandiaga.
"Dengan demikian kita meyakinkan kepada mereka kalau sektor ini juga tetap memiliki peluang yang bagus," tandas Sandiaga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang