UMKM Incar Dana Cadangan Timteng

Kompas.com - 03/03/2009, 18:06 WIB

JAKARTA, SELASA — Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia mengincar peluang untuk mendapatkan investasi dari dana cadangan negara-negara Timur Tengah. Peluang tersebut dinilai sangat besar mengingat nilai dana cadangan tersebut mencapai 1,5 triliun dollar AS.

"Ini adalah peluang kita," kata Wakil Ketua Umum Bidang UMKM dan Koperasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sandiaga S Uno dalam kesempatan World Islamic Economic Forum di Jakarta, Selasa (3/3).

Sejauh ini, kata Sandiaga, para investor Timur Tengah baru menginvestasikan dana cadangannya sebesar 1,5 miliar dollar AS. Tujuan investasi terbesar masih di lokasi dengan tingkat perekonomian yang mapan, seperti New York dan London.

Menurut Sandiaga, krisis yang terjadi saat ini membuka mata para investor Timur Tengah bahwa Indonesia merupakan lahan investasi yang baik. "Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, dan mempunyai pasar yang besar, 240 juta orang," kata Sandiaga.

Sekalipun para investor tersebut mengincar investasi yang besar seperti energi dan pariwisata, menurut Sandiaga, UMKM tetap bisa mencuri peluang. "Sebesar apa pun investasinya, tetap ada turunannya," ujarnya.

Sandiaga mencontohkan, kalau ada investasi pariwisata maka sektor UMKM bisa berperan di sana, seperti menyediakan outsourcing, binatu, transportasi, maupun produk-produk kerajinan. "UMKM kalau diarahkan dengan baik, dibukakan pasar, pendanaannya, maka bisa bergerak dengan baik. UMKM bisa besar karena kemitraan maka kita kuatkan investasi-investasi besarnya," kata Sandiaga.

"Dengan demikian kita meyakinkan kepada mereka kalau sektor ini juga tetap memiliki peluang yang bagus," tandas Sandiaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau