Wiranto: Kalau Jadi Presiden, Anggaran Pertahanan Tak Berubah

Kompas.com - 03/03/2009, 22:36 WIB

JAKARTA, SELASA — Bila terpilih menjadi presiden Indonesia ke-7, Wiranto tetap mempertahankan anggaran pertahanan Indonesia meski paling rendah se-Asia Tenggara, sekitar Rp 70 triliun.

"Saya rasa agak sulit jika harus bergeser dari angka tersebut karena kondisi sulit. Jika saya jadi presiden, paling tidak ada anggaran minimal untuk membiayai maintenance perangkat pertahanan kita, serta dapat membangun pertahanan yang cukup," ujar capres dari Partai Hati Nurani Rakyat pada acara PPP Mendengar, di kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa (3/3).

Menurutnya, agak sulit jika hendak meningkatkan anggaran untuk kesejahteraan prajurit TNI. Pasalnya, anggaran pos-pos lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan, juga tidak bertambah secara signifikan.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik LIPI Ikrar Nusa Bakti mengatakan, terdapat kesamaan pola jika presiden Indonesia mantan anggota ABRI/TNI. Mereka semua, kata Ikrar, cenderung mengurangi anggaran pertahanan.

Ketika era Soeharto, misalnya, TNI dipaksa memahami keadaan ekonomi sulit sehingga anggaran diperkecil. Hal yang sama terjadi ketika pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, yang dalam dua tahun terakhir ini menurunkan anggaran pertahanan.

"Sebaliknya, ketika presidennya purely civilian, justru anggaran pertahanan ditingkatkan. Misalnya ketika jaman Megawati, gaji TNI dinaikkan lebih dari seratus persen," ujar Ikrar.

Menurutnya, minimnya anggaran pertahanan dapat mengancam ketahanan nasional Indonesia. Dia mencontohkan, di Pulau Banjan, Maluku Utara, terdapat tiga anggota TNI AL yang tidak dapat berpatroli karena tidak memiliki perahu. Padahal, kejahatan rentan terjadi di wilayah perbatasan, yang seharusnya mendapatkan pengawasan ketat dari pemerintah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau