Mourinho: Inter Korban Prostitusi

Kompas.com - 04/03/2009, 02:02 WIB

MILAN, RABU — Pelatih Inter Milan Jose Mourinho berang karena timnya dianggap menang karena kesalahan wasit. Ia juga menyebut adanya prostitusi intelektual yang diarahkan kepadanya.

Sepak bola Italia pernah menyoroti gol pembuka Adriano saat menjamu AC Milan, yang dimenangkan Inter dengan skor 2-1. Waktu itu, Adriano mencetak gol setelah bola mengenai tangannya. Wasit tidak melihat kejadian itu dan tetap mengesahkan gol tersebut.

Akhir pekan lalu, kontroversi kembali terjadi saat Inter meladeni AS Roma dan skor akhir imbang 3-3. Gol kedua Inter lahir dari titik putih dan Pelatih Roma Luciano Spaletti menganggap penalti itu karena adanya diving yang dilakukan oleh Mario Balotelli.

Setelah duel itu, Pelatih Juventus Claudio Ranieri pun mendukung Spaletti. Menurutnya, Mourinho tidak cocok menjadi pelatih, tetapi lebih cocok sebagai tukang omong.

Mourinho benar-benar tak suka dengan tudingan itu. Ia sadar telah menjadi musuh bagi banyak pelatih. Selain Spaletti dan Ranieri, Mourinho juga pernah beradu mulut dengan Pelatih Catania Walter Zenga, Pelatih Atalanta Luigi Del Neri, dan Pelatih Fiorentina Cesare Prandelli. Pelatih asal Portugal itu khawatir media akan membesar-besarkan opini soal "bantuan" wasit terhadap hasil positif yang diperoleh Inter. Namun, dalam hal ini, Mourinho justru mendukung pelatih-pelatih di atas karena mereka dikalahkan Juve.

"Ada manipulasi intelektual besar-besaran, tapi itu bukan pekerjaan saya," ujarnya ketus saat wawancara jelang duel lawan Sampdoria. "Saya kerja di sepak bola dan saya tidak suka prostitusi intelektual. Ada rekayasa terhadap opini publik, tapi saya lebih suka intelektualitas."

"Kami hanya melihat satu pertandingan saat wasit melakukan kesalahan terhadap kami dan itu terjadi di Siena," tambahnya.

Pada duel lawan Siena, Desember silam, Inter menang 2-1 berkat dua gol Douglas Maicon. Gol kedua Maicon berbau offside, tapi wasit tidak melihatnya. Dengan kemenangan itu, "I Nerazzurri" keluar sebagai jawara paruh musim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau