Ratusan Jenis Obat Ilegal Disita

Kompas.com - 04/03/2009, 12:19 WIB

AMBON, RABU — Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon menyita sedikitnya 82 jenis produk kosmetik serta 615 jenis obat tradisional dan suplemen yang diedarkan secara ilegal dan tidak memiliki izin dari Departemen Kesehatan (Depkes) RI.
     
Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan Badan POM Ambon Imam Taufik, di Ambon, Rabu, membenarkan kabar puluhan produk kosmetik dan ratusan obat tradisional dan suplemen ilegal itu. Barang-barang tersebut disita petugas dalam sebuah operasi penertiban gabungan yang melibatkan BPOM Ambon bersama Polda Maluku, Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta Dinas Kesehatan Kota Ambon, Selasa (3/3).
     
Imam Taufik mengatakan, puluhan kosmetik ilegal dan ratusan produk obat tradisional dan suplemen ilegal itu disita dari sejumlah distributor, pedagang pengecer, dan pasar tradisional di Kota Ambon, khususnya di pasar Mardika Batu Merah.
     
"Sedikitnya 18 distributor, pedagang pengecer, dan toko obat tradisional yang diperiksa, 14 di antaranya kedapatan menjual produk kosmetik, obat tradisional, dan suplemen ilegal tidak dilengkapi izin edar dari Departemen Kesehatan, sedangkan empat lainnya bersih," katanya.
     
Semua produk ilegal itu disita dan diamankan di Balai POM Ambon untuk selanjutnya akan dimusnahkan.
     
Sementara itu, 82 jenis kosmetik ilegal yang ditemukan itu antara lain krim pemutih natural 99, Maxiteel Tretinoin, Ponds (complete beauty care make up kit) dan Olay Beauty Care. Empat jenis kosmetik ini mengandung bahan berbahaya, seperti merkuri, rhodaninb, hidroquinon dan tretinoin yang dapat menyebabkan kerusakan pada wajah, kulit terbakar, nekrosis atau kematian jaringan hati, kanker, serta menyebabkan kebutaan.
     
Imam Taufik mengatakan, sejumlah distributor dan pedagang pengecer akan diproses hukum karena telah melakukan tindak pidana melanggar UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, khususnya pasal 82 junto pasal 40 ayat (2) tentang kosmetik ilegal dan substandar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau