Prediksi Peta Koalisi Pascapecah Kongsi SBY-JK

Kompas.com - 04/03/2009, 14:02 WIB

JAKARTA, RABU — Dua partai pengusung duet SBY-JK, Demokrat dan Golkar, sudah menyatakan niat masing-masing untuk mengusung calon presiden sendiri.

Hal ini menimbulkan perubahan perkiraan dinamika politik, di mana sebelumnya kedua partai ini dinilai akan kembali berkoalisi. Dua blok, S (SBY) dan M (Megawati), akan menghadapi beberapa kemungkinan. Bertarung head to head atau ada blok baru yang akan menantang keduanya.

Prediksi Reform Institute, ada beberapa pemetaan kemungkinan koalisi pascapecahnya kongsi SBY-JK. Pemetaan koalisi didasarkan pada faktor preferensi politik pemilih, faktor tokoh capres, dan unsur tokoh-tokoh politisi masing-masing partai.

Direktur Riset Reform Institute Zaim Saidi memaparkan, ada tiga kemungkinan koalisi yang akan dilakukan Golkar. Pertama, Golkar akan menggandeng satu atau dua partai kecil untuk mengajukan pasangan kadernya sendiri, misalnya JK-Sultan.

"Ada trend suara Golkar turun sehingga tidak dapat mengajukan capres sendiri (tanpa koalisi)," kata Zaim pada diskusi "Peluang Capres Alternatif Pascapecah Kongsi SBY-JK" di Jakarta, Rabu (4/3).

Kemungkinan kedua, Golkar akan menggandeng PKS dengan mengusung JK-Hidayat Nur Wahid. Zaim mengatakan, kemungkinan ini dengan catatan bila PKS menolak tawaran berkoalisi dengan Demokrat untuk memasangkan SBY-Hidayat.

"Kemungkinan lain, Golkar bisa saja berkoalisi dengan PAN dengan atau tanpa dukungan partai lain," tutur Zaim.

Sebelumnya, sejumlah pengamat memprediksikan, pasangan status quo masih akan berjaya dan cukup merepotkan para pesaingnya. Kini, peta persaingan semakin sulit diprediksi karena semakin bernafsunya partai-partai mengusung calon sendiri. "Walaupun pada akhirnya semua partai akan pragmatis dan tidak akan mengambil langkah yang merugikan," ujar Direktur Reform Institute Yudi Latief.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau