Perenang Pilih PNS daripada PAL

Kompas.com - 04/03/2009, 17:46 WIB

SEMARANG, RABU — Perenang putri Sulawesi Selatan, Jessica P Laurent, akhirnya mundur dari pelatnas Program Atlet Andalan (PAL) yang dipusatkan di Semarang dan Bandung karena berhasil lolos sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di daerahnya.

Pelatih pelatnas PAL Hartadi Nurjojo ketika dihubungi dari Semarang, Rabu, mengatakan, Jessica memang sudah mengundurkan diri dari PAL karena lebih senang atau memilih sebagai PNS di daerahnya.

Menurut dia, dengan mundurnya Jessica ini, maka pelatnas PAL yang berlangsung di Semarang khusus untuk jarak pendek tinggal enam atlet, yaitu Andre Cipta dan Margaretha Kreita (Jateng), Billy Afrianto (Kaltim), Taka Ida (Bali), Indra Gunawan (Sumut), dan Harizal (Sumatera Barat).
    
Namun, kata Hartadi, yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov PRSI Jawa Tengah, yang masuk di Semarang baru empat perenang, yaitu Andre Cipta dan Margaretha (Jateng), Billy Afrianto (Kaltim), dan Harizal (Sumatera Barat).

Taka Ida, menurut dia, sedang menjalani operasi di Jepang, kemudian Indra Gunawan sedang berlatih di Malaysia karena ada kerja sama antara Sumatera Utara dan Malaysia, bahkan perenang ini ditangani pelatih Rusia, Galina, yang merupakan mantan perenang terbaik di negaranya.
    
Seperti diketahui, Semarang dan Bandung ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan pelatnas PAL. Untuk Semarang diutamakan bagi perenang jarak pendek, seperti gaya dada dan kupu-kupu, sedangkan Bandung khusus untuk jarak jauh.
    
Ia menjelaskan, Doni B Utomo, perenang asal Jawa Tengah, tidak berlatih di Semarang, tetapi di Bandung karena nomor yang ditekuni perenang klub TCS Semarang tersebut adalah jarak jauh.
    
Ketujuh perenang PAL yang menjalani pelatnas di Semarang adalah Billy Afrianto (Kaltim), Harisal (Sumbar), Jessica Laurent (Sulsel), Taka Ida (Bali), Andre Cipta (Jateng), Margareta Kreita (Jateng), dan Indra Gunawan (Sumut) dengan pelatih Hartadi Nurjojo.

Kemudian, yang berlatih di Bandung di antaranya adalah Doni B Utomo (Jateng), Glen Victor, Raina Salmi, Yesi Yoseph, P Sicha, Idam Basuki, Priadi Basuki yang kesemuanya berasal dari Jabar dengan pelatih Nizarudin (pelatih renang Jabar).

Ketika ditanya mengenai event yang akan diikuti perenang PAL, dia mengatakan, semua perenang yang masuk pelatnas PAL, baik di Bandung, maupun di Semarang akan diterjunkan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Renang yang berlangsung di Jakarta, 4-7 Mei 2009.

Kejurnas tersebut, menurut Hartadi, yang juga pelatih renang Jateng, sebagai ajang evaluasi bagi atlet PAL setelah sekitar enam bulan menjalani latihan di Semarang dan Bandung. "Melalui kejurnas itu juga akan diberlakukan promosi-degradasi bagi mereka," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau