Suap Diduga Muluskan Tender Proyek Stimulus 2009

Kompas.com - 04/03/2009, 17:49 WIB

JAKARTA, RABU - Kasus suap yang melibatkan anggota DPR RI dari Fraksi PAN Abdul Hadi Djamal dengan Kepala Tata Usaha Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Priok, Darmawati Dareho dan Komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bhakti Surabaya, Hontjo Kurniawan, diduga untuk memuluskan tender proyek-proyek stimulus 2009.

Dua proyek yang disebut-sebut sebagai biang penyuapan adalah proyek pembangunan pelabuhan di Pulau Selayar dan pembangunan bandara di Tana Toraja, kedua kabupaten itu berada di Sulawesi Selatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan Sunaryo mengatakan, salah satu proyek tersebut yaitu pembangunan dermaga pelabuhan Selayar masuk dalam usulan stimulus ekonomi 2009 yang diprogramkan oleh Dephub. Namun rencana pembangunan dermaga itu belum ditender.

"Bagaimana mau ditender, orang dananya saja masih dalam tahap pembahasan, belum diputuskan," kata Sunaryo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3).

Sunaryo menduga hal ini adalah modus baru dalam korupsi penggunaan dana stimulus. Meskipun dana proyek belum siap, namun ada orang-orang tertentu yang bergerak untuk mengarahkan pada salah satu pemenang.

Kabag Perencanaan Ditjen Hubla Dephub, Kemal Heriandri menjelaskan, proyek-proyek perhubungan laut yang akan dibiayai oleh stimulus hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur pelabuhan, termasuk dermaga. Untuk Dermaga Selayar juga masuk dalam usulan stimulus.

Meski demikian, dana pembangunan dermaga Selayar yang diusulkan Dephub adalah sebesar Rp 5 miliar. "Tetapi angka ini belum final," tandasnya.

Sementara untuk pembangunan bandara Toraja, hingga saat ini pemerintah belum merencanakannya. Bandara Pongtiku, Toraja dianggap tidak bisa dikembangkan lagi.

"Dirjen Perhubungan Udara telah menolak untuk mengembangkannya, karena terain (permukaan) bandara sudah sulit untuk dikembangkan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub, Bambang Supriyadi Ervan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau