JAKARTA, RABU - Kasus suap yang melibatkan anggota DPR RI dari Fraksi PAN Abdul Hadi Djamal dengan Kepala Tata Usaha Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Priok, Darmawati Dareho dan Komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bhakti Surabaya, Hontjo Kurniawan, diduga untuk memuluskan tender proyek-proyek stimulus 2009.
Dua proyek yang disebut-sebut sebagai biang penyuapan adalah proyek pembangunan pelabuhan di Pulau Selayar dan pembangunan bandara di Tana Toraja, kedua kabupaten itu berada di Sulawesi Selatan.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan Sunaryo mengatakan, salah satu proyek tersebut yaitu pembangunan dermaga pelabuhan Selayar masuk dalam usulan stimulus ekonomi 2009 yang diprogramkan oleh Dephub. Namun rencana pembangunan dermaga itu belum ditender.
"Bagaimana mau ditender, orang dananya saja masih dalam tahap pembahasan, belum diputuskan," kata Sunaryo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3).
Sunaryo menduga hal ini adalah modus baru dalam korupsi penggunaan dana stimulus. Meskipun dana proyek belum siap, namun ada orang-orang tertentu yang bergerak untuk mengarahkan pada salah satu pemenang.
Kabag Perencanaan Ditjen Hubla Dephub, Kemal Heriandri menjelaskan, proyek-proyek perhubungan laut yang akan dibiayai oleh stimulus hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur pelabuhan, termasuk dermaga. Untuk Dermaga Selayar juga masuk dalam usulan stimulus.
Meski demikian, dana pembangunan dermaga Selayar yang diusulkan Dephub adalah sebesar Rp 5 miliar. "Tetapi angka ini belum final," tandasnya.
Sementara untuk pembangunan bandara Toraja, hingga saat ini pemerintah belum merencanakannya. Bandara Pongtiku, Toraja dianggap tidak bisa dikembangkan lagi.
"Dirjen Perhubungan Udara telah menolak untuk mengembangkannya, karena terain (permukaan) bandara sudah sulit untuk dikembangkan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub, Bambang Supriyadi Ervan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang