JAKARTA, RABU - Wakil Ketua Bidang Pencegahan KPK, Chandra Hamzah, mengatakan, komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bakti Hontjo Kurniawan (HK) merupakan rekanan lama Departemen Perhubungan yang sering menang tender di beberapa proyek Dephub.
"Proyek-proyek yang ditangani HK ini di wilayah Indonesia timur. Untuk proyek dana stimulus ini terdiri dari beberapa paket, salah satunya pembangunan dermaga dan bandara, tetapi detailnya nanti akan kita sampaikan," ujar Chandra seusai pertemuan dengan MA dan KPK di kantor KPK, Jakarta, Rabu (4/3).
Dikatakan Chandra, kebetulan HK ini sering menang tender dalam proyek percepatan pembangunan dermaga dan bandara Dephub. "Karena ingin dimenangkan dalam proyek, diduga HK memberi sejumlah uang melalui DD, kasusnya mirip Bulyan Royan," jelasnya.
Saat ditanya bagaimana uang tersebut bisa sampai ke Jhonny Allen, Chandra masih menunggu hasil pemeriksaan.
"Itu (keterlibatan Jhonny) nanti dululah, yang penting sekarang kita fokuskan ke tiga tersangka yang kemarin," ujar Chandra.
Dijelaskan Chandra, proyek dana stimulus untuk pengembangan ekonomi termasuk proyek pelabuhan dan dermaga di Indonesia timur ini sudah selesai dibahas anggaran dan pelaksanaannya. "Proyek itu sudah diputuskan di rapat paripurna DPR Senin lalu," katanya.
Seperti diketahui, penyidik KPK menangkap Abdul Hadi Djamal (AHD) dan pegawai Departemen Perhubungan Darmawati Dareho (DD), serta komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bakti, Hontjo Kurniawan (HK) pada Senin (2/3) pukul 22.30 WIB.
Dalam penangkapan tersebut ditemukan uang sebesar 90.000 dollar AS dan Rp 54 juta. Diduga ketiga orang tersebut terlibat kasus percepatan proses pembangunan dermaga di wilayah Indonesia timur. Program lanjutan pembangunan fasilitas laut dan bandara di wilayah Indonesia timur ini bernilai sekitar Rp 100 miliar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang