KPK: HK itu Rekanan Lama Dephub

Kompas.com - 04/03/2009, 18:07 WIB

JAKARTA, RABU - Wakil Ketua Bidang Pencegahan KPK, Chandra Hamzah, mengatakan, komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bakti Hontjo Kurniawan (HK) merupakan rekanan lama Departemen Perhubungan yang sering menang tender di beberapa proyek Dephub.

"Proyek-proyek yang ditangani HK ini di wilayah Indonesia timur. Untuk proyek dana stimulus ini terdiri dari beberapa paket, salah satunya pembangunan dermaga dan bandara, tetapi detailnya nanti akan kita sampaikan," ujar Chandra seusai pertemuan dengan MA dan KPK di kantor KPK, Jakarta, Rabu (4/3).

Dikatakan Chandra, kebetulan HK ini sering menang tender dalam proyek percepatan pembangunan dermaga dan bandara Dephub. "Karena ingin dimenangkan dalam proyek, diduga HK memberi sejumlah uang melalui DD, kasusnya mirip Bulyan Royan," jelasnya.

Saat ditanya bagaimana uang tersebut bisa sampai ke Jhonny Allen, Chandra masih menunggu hasil pemeriksaan.

"Itu (keterlibatan Jhonny) nanti dululah, yang penting sekarang kita fokuskan ke tiga tersangka yang kemarin," ujar Chandra.

Dijelaskan Chandra, proyek dana stimulus untuk pengembangan ekonomi termasuk proyek pelabuhan dan dermaga di Indonesia timur ini sudah selesai dibahas anggaran dan pelaksanaannya. "Proyek itu sudah diputuskan di rapat paripurna DPR Senin lalu," katanya.

Seperti diketahui, penyidik KPK menangkap Abdul Hadi Djamal (AHD) dan pegawai Departemen Perhubungan Darmawati Dareho (DD), serta komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bakti, Hontjo Kurniawan (HK) pada Senin (2/3) pukul 22.30 WIB.

Dalam penangkapan tersebut ditemukan uang sebesar 90.000 dollar AS dan Rp 54 juta. Diduga ketiga orang tersebut terlibat kasus percepatan proses pembangunan dermaga di wilayah Indonesia timur. Program lanjutan pembangunan fasilitas laut dan bandara di wilayah Indonesia timur ini bernilai sekitar Rp 100 miliar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau