Indonesia Jadi Tuan Rumah Reformasi Bank Pembangunan Multilateral

Kompas.com - 04/03/2009, 20:32 WIB

JAKARTA, RABU — Indonesia menjadi tuan rumah pembahasan mengenai reformasi bank-bank pembangunan multilateral (multilateral development banks/MDBs).

Kepala Biro Humas Depkeu Harry Z Soeratin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/3), menyebutkan, para deputi menteri keuangan G-20 yang tergabung dalam kelompok kerja 4 (WG4) telah mengadakan pertemuan pada 2 Maret 2009.

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari mandat yang diberikan G-20 kepada Indonesia untuk menjadi chair WG4 bersama Perancis.

Pertemuan dihadiri deputi menkeu anggota G-20 yaitu Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Uni Eropa, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, dan AS.
   
Pertemuan itu juga dihadiri peninjau tetap G-20 yaitu IMF dan Bank Dunia, perwakilan bank pembangunan regional (seperti ADB, AFDB, IDB), serta peserta non-G-20 (G-24, Belanda, dan Uni Afrika).
   
MDBs dimaksud terdiri dari Bank Dunia, ADB, African Development Bank, European Bank for Reconstruction and Development, IDB, dan Inter American Development Bank.       
   
Ditunjuknya Indonesia sebagai salah satu chair WG4 adalah karena inisiatif Indonesia dalam pertemuan para pemimpin G-20 di Washington DC, pada November 2008.
   
Dalam pertemuan itu, Presiden Yudhoyono mengusulkan agar MDBs membuat instrumen dukungan anggaran (budget support) bagi perekonomian negara berkembang (emerging markets) yang digunakan untuk mendukung kebijakan counter-cyclical guna memitigasi dampak krisis, dan memastikan jalannya program pencapaian MDGs.
   
Agenda pertemuan Jakarta adalah mendapatkan penjelasan dari MDBs mengenai isu utama dalam upaya penanggulangan krisis global, yaitu instrumen penanggulangan krisis, kecukupan modal MDBs dalam rangka menanggulangi krisis global, serta reformasi governance MDBs untuk meningkatkan efektivitas manajemen dalam menanggulangi krisis.
   
Pada pertemuan itu juga diadakan sesi perancangan untuk memfasilitasi prinsip bersama (common principles) dan rencana aksi (action plan) G-20 dalam rangka reformasi MDBs. Draf hasil finalisasi akan diserahkan kepada para menkeu G-20 dan akan diajukan ke forum para pemimpin di pertemuan puncak G-20 di London, pada 2 April 2009.
   
Secara umum hasil pembahasan para deputi menkeu G-20 adalah kesepakatan MDBs harus berkontribusi menjamin ketersediaan dukungan pendanaan bagi negara berkembang yang mengalami kesulitan likuiditas di pasar internasional, perlunya mengkaji menyeluruh terhadap kecukupan modal bagi seluruh MDBs dalam rangka instrumen krisis, dan perlunya mempercepat proses reformasi tata kelola (governance) MDBs.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau