Laporan Wartawan Kompas, Adi Prinantyo dari Inggris
BIRMINGHAM, RABU — Pemain tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat, menganggap kemenangan pada babak pertama All England atas Hsieh Yu Hsin, Rabu (4/8), sebagai hasil yang belum memberi arti apa-apa.
"Kalau saya bisa juara di sini (All England), itu baru ada artinya," ujar Taufik, saat ditanya seusai berlaga, Rabu (4/3) siang di National Indoor Arena, Birmingham, Inggris.
Taufik harus bersusah payah sebelum menang 21-19, 15-21, 21-14 atas Hsieh, pemain Taiwan yang menundukkan Sony Dwi Kuncoro di Malaysia Super Series, Januari 2009 lalu. All England merupakan turnamen pertama Taufik, setelah pemain urutan ketujuh dunia itu mundur dari pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur.
Pelatih Taufik, Mulyo Handoyo, menambahkan, kualitas fisik Taufik memang berkurang daripada saat ia berada di puncak, sekitar lima tahun lalu. "Namun, penurunan itu tidak sebegitu buruk. Buktinya baru saja dia main rubber game dan menang," kata Mulyo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang