NEW YORK, RABU - Saham-saham di Wall Street berbalik naik (rebound) dari lima hari penurunannya pada Rabu (4/3) waktu setempat, karena rencana stimulus besar China dan upaya baru AS mengurangi penyitaan rumah diharapkan akan membantu meredam dampak melemahnya data ekonomi, kata para dealer.
Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 149,82 poin, atau 2,23 persen, menjadi ditutup pada 6.875,84, sehingga saham-saham blue chips naik kembali dari posisi terendah 12-tahun.
Indeks saham komposit teknologi dominan Nasdaq meningkat 32,73 poin, atau 2,48 persen, menjadi 1.353,74 dan indeks Standard & Poor’s 500 bertambah 16,54 poin, atau 2,38 persen menjadi berakhir pada 712,87 poin.
Andy Brooks, ahli strategi saham di T. Rowe Price, mengatakan pasar saatnya "rebound" setelah terpukul jatuh dalam beberapa sesi terakhir. "Kami bernapas lega, terbebas. Pasar ini sudah tak dipercaya kelebihan jual (oversold) dan berita hanya melulu mengerikan," kata dia.
Brooks mengatakan disana ada beberapa yang membesarkan hati dari pemerintahan Presiden Barack Obama yang meluncurkan sebuah program bantuan kredit kepemilikan rumah untuk membatasi penyitaan/penutupan, yang dapat mengurangi tekanan terhadap ekonomi.
"Dan setiap orang sedang mengharapkan sebuah paket stimulus besar dari China malam ini," tambah dia. "Anda melihat material, komoditas dan baja sebagai penggerak besar nyata dan itu karena stimulus China."
Pasar sebagian besar mengabaikan sebuah laporan dari perusahaan jasa ADP (Automatic Data Processing) yang menunjukkan sektor swasta AS menyusut 697.000 pekerjaan pada Februari, lebih besar dari perkiraan, karena para pemberi kerja memangkas daftar gaji untuk mengatasi kemerosotan ekonomi.
Para investor juga melihat survei Beige Book Federal Reserve lalu, yang menunjukkan aktivitas ekonomi AS "terus memburuk" hingga Februari, menghilangkan sebuah prospek cepat pemulihan dari resesi.
Para analis mengatakan para investor sedang mencari sinyal dari sebuah "dasar" bahwa akan ada indikasi sebuah kelelahan dari tekanan jual.
Bob Dickey dari RBC Wealth Management mengatakan pasar mungkin seperti itu, tapi itu akan memakan waktu untuk bangkit dari sebuah dasar.
Beberapa mengutip sebuah laporan riset JPMorgan Chase pekan ini yang menunjukkan bahwa 12-tahun terendah adalah kejadian jarang -- terjadi pada 1993 dan 1074 -- yang bersamaan waktu dengan dasar pasar.
Barry Ritholz dari FusionIQ mengatakan pemetapan dasar ini "bukan berarti bukti ’bear market’ (pasar lesu) telah berakhir" namun dia mengatakan itu "menunjukkan sebuah posibilitas riil dari sebuah rally kuat pasar."
Pasar mengatasi sebuah sesi sulit dari General Electric, yang telah terpukul oleh kekhawatiran penurunan peringkar dan kerugian lebih besar pada anak perusahaan keuangannya, GE Capital.
Saham GE ditutup turun 4,56 persen pada 6,69 dollar AS, rebound dari level terburuk hari inim setelah perusahaan membantah spekulasi pihaknya akan memerlukan modal segar.
Di antara perusahaan-perusahaan yang mungkin diuntungkan paket stimulus ekonomi China, adalah produsen alat berat Caterpillar yang meningkat 13,22 persen menjadi 25,44 dollar AS dan Alcoa terangkat 12,84 persen menjadi 6,24 dollar AS.
Di antarla pencetak kenaikan besar lainnya, adalah Chevron naik 2,68 persen menjadi 59,28 dollar AS dan Intel bertambah 3,91 persen menjadi 12,76 dolar AS.
Perusahaan-perusahaan keuangan masih di bawah tekanan. Citigroup turun 7,38 persen menjadi 1,13 dolar AS dan Bank of America turun 1,37 persen menjadi 3,59 dollar AS.
Obligasi mundur kembali. Imbal hasil (yield) pada obligasi negara AS berjangka 10-tahun meningkat menjadi 3,011 persen dari 2,938 persen pada Selasa dan pada obligasi negara berjangka 30-tahun naik menjadi 3,698 persen dari 3,676 persen. Harga dan yield obligasi bergerak dalam arah berlawanan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang