BEKASI, KAMIS — Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Bekasi terpantau terus bertambah. Dinas Kesehatan Kota Bekasi mendata 162 kasus HIV/AIDS baru selama Januari hingga Desember 2008.
Dengan demikian, jumlah keseluruhan kasus HIV/AIDS di Kota Bekasi yang didata Dinas Kesehatan Kota Bekasi sejak tahun 1998 sampai 2008 mencapai 1.060 kasus. Sebanyak 30 orang di antaranya meninggal dunia.
Dengan jumlah kasus sebesar itu, Kota Bekasi menempati posisi kedua kasus HIV/AIDS terbanyak di Provinsi Jawa Barat. Posisi pertama adalah Kota Bandung.
Direktur Program Mitra Sehati—sebuah LSM di bidang informasi HIV/AIDS dan program dukungan di Bekasi—Novan Andri Purwansjah menyatakan, penambahan jumlah kasus HIV/AIDS dapat diartikan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat.
Menurut Novan, masyarakat, terutama dari kalangan risiko tinggi, semakin banyak datang ke klinik-klinik VCT (voluntary counseling and testing) untuk mengetahui status kesehatan mereka. ”Di sisi lain, peningkatan kasus HIV/AIDS ini menjadikan persoalan HIV/AIDS sebagai masalah serius,” kata Novan, Rabu (4/3).
Novan menambahkan, kasus HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es. Itu berarti jumlah kasus HIV/AIDS yang belum terpantau justru lebih besar.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Bekasi drg Laniwati Setiadi mengatakan, pemerintah memantau kondisi pengidap HIV/AIDS melalui klinik-klinik VCT yang ada di Kota Bekasi.
Hingga saat ini baru terdapat empat lokasi klinik VCT di Kota Bekasi, yakni di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi, Rumah Sakit Ananda Bekasi, Pusat Kesehatan Masyarakat Pondok Gede, dan Klinik Mitra Sehati.
Selain itu, kata Laniwati yang ditemui kemarin, pemantauan kasus HIV/AIDS juga dilakukan melalui kegiatan zero survey secara berkala di kelompok risiko tinggi, antara lain kalangan pengguna narkotika suntik (penasun), gay, wanita pekerja seks, serta penghuni LP Bekasi, Bulak Kapal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang