SINGAPURA, KAMIS — Ekonomi Singapura kemungkinan dapat mengalami kontraksi hingga 10 persen tahun ini jika ekspor terus turun tajam. Demikian pendiri negara itu, Lee Kuan Yew, dalam keterangannya yang dipublikasikan Kamis (5/3).
"Jika ekspor jatuh sekitar 30 persen atau 40 persen dalam kuartal kedua, produk domestik bruto (PDB) akan turun 10 persen," kata Lee dalam sebuah forum finansial.
Ekspor Singapura turun 35 persen, rekor terbesar pada Januari dari setahun terdahulu. Proyeksi resmi pemerintah untuk ekonomi yang bergantung pada perdagangan itu mengalami kontraksi antara 2,0 persen dan 5,0 persen tahun ini, setelah tumbuh 1,1 persen pada 2008.
Sebuah penurunan 10 persen pada PDB akan menjadi empat kali lebih buruk dibandingkan tahun 2001 ketika ekonomi turun 2,4 persen, tulis mantan Perdana Menteri itu pada sebuah forum, Rabu.
Lee, yang menjadi penasihat dalam kabinet anak laki-lakinya, Perdana Menteri Lee Hsien Loong, dengan jabatan penasihat menteri, mengatakan, Singapura akan rebound (berbalik naik) lebih cepat daripada negara-negara lain sewaktu AS dan ekonomi maju lainnya pulih.
"Ketika mereka pulih, kami akan naik kembali lebih cepat dari siapa pun karena tiga perempat kali PDB kami adalah perdagangan luar negeri. Selanjutnya kami keluar dari situasi sulit," kata dia.