Ekonomi Singapura Bisa Menyusut 10 Persen

Kompas.com - 05/03/2009, 10:53 WIB

SINGAPURA, KAMIS — Ekonomi Singapura kemungkinan dapat mengalami kontraksi hingga 10 persen tahun ini jika ekspor terus turun tajam. Demikian pendiri negara itu, Lee Kuan Yew, dalam keterangannya yang dipublikasikan Kamis (5/3).

"Jika ekspor jatuh sekitar 30 persen atau 40 persen dalam kuartal kedua, produk domestik bruto (PDB) akan turun 10 persen," kata Lee dalam sebuah forum finansial.

Ekspor Singapura turun 35 persen, rekor terbesar pada Januari dari setahun terdahulu. Proyeksi resmi pemerintah untuk ekonomi yang bergantung pada perdagangan itu mengalami kontraksi antara 2,0 persen dan 5,0 persen tahun ini, setelah tumbuh 1,1 persen pada 2008.

Sebuah penurunan 10 persen pada PDB akan menjadi empat kali lebih buruk dibandingkan tahun 2001 ketika ekonomi turun 2,4 persen, tulis mantan Perdana Menteri itu pada sebuah forum, Rabu.

Lee, yang menjadi penasihat dalam kabinet anak laki-lakinya, Perdana Menteri Lee Hsien Loong, dengan jabatan penasihat menteri, mengatakan, Singapura akan rebound (berbalik naik) lebih cepat daripada negara-negara lain sewaktu AS dan ekonomi maju lainnya pulih.
    
"Ketika mereka  pulih, kami akan naik kembali lebih cepat dari siapa pun karena tiga perempat kali PDB kami adalah perdagangan luar negeri. Selanjutnya kami keluar dari situasi sulit," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau