ENDE, KAMIS — Dari proses penyortiran surat suara pemilu legislatif untuk anggota DPRD Kabupaten Ende banyak ditemukan dalam keadaan terpotong dan robek.
"Kerusakan surat suara umumnya terpotong menjadi dua, juga ada yang tiga bagian. Selain itu juga ditemukan surat suara yang robek. Jumlahnya cukup banyak mencapai 80 lembar," kata anggota Divisi Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ende, Jamal Umar, Kamis (5/3), di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Di kantor KPU Kabupaten Ende sampai hari ini masih berlangsung proses penyortiran surat suara. Penyortiran dan pelipatan surat suara itu dimulai hari Senin (2/3) lalu dengan mengerahkan 100 personel dari Kepolisian Resor (Polres) Ende dan Brigade Mobil (Brimob).
Jamal menjelaskan, surat suara yang dipasok untuk anggota DPRD Ende itu sebanyak 326 dus atau 163.000 lembar. Akan tetapi, setelah dilakukan penyortiran jumlah surat suara hanya mencapai 162.060 lembar. Jadi, ada kekurangan sebanyak 940 lembar, 80 lembar di antaranya yang ditemukan rusak.
Berdasarkan data dalam surat pengiriman, total surat suara yang dipasok ke Ende sebanyak 655.500 lembar atau 1.311 dus, yakni untuk anggota DPR, DPRD NTT, DPRD Kabupaten Ende, dan DPD. Diperkirakan proses penyortiran dan pelipatan surat suara itu selesai 10 hari lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang