Cari Adegan Syur Hingga ke Warnet

Kompas.com - 06/03/2009, 02:53 WIB

SUMEDANG, KAMIS –  Beredarnya, foto syur yang diduga pra IPDN itu diburu sebagian warga di Sumedang. Di beberapa warnet terlihat para pengguna berusaha mencari gambar-gambar syur itu.

"Ya ingin tahu saja seperti apa gambarnya sebab kalau melihat di televisi dan koran tak jelas. Agak sulit juga mencarinya tapi akhirnya ketemu juga,” kata beberapa pengunjung warnet.

Mereka mengatakan gambar-gambar yang diperolehnya itu merupakan mozaik dengan gambar hitam putih. “Kecuali orang yang memakai baju putihnya saja yang berwarna, gambar lainnya hitam putih dan cenderung tak jelas,” kata mereka.

Kapolres Sumedang AKBP Akhmad Wiyagus menyebutkan untuk melakukan penyelidikan kasus foto syur yang diduga praja IPDN harus melibatkan orang ahli. “Perlu meminta bantuan orang yang ahli karena ini masalah teknis sekali,” kata Wiyagus, Kamis (5/3).

Sebelumnya pakar telematikan Roy Suryo mengaku telah dihubungi Kapolres AKBP Akhmad Wiyagus untuk memastikan keaslian foto syur itu. “Ya memang harus meminta bantuan orang yang ahli tapi saya belum menghubunginya,” kata Akhmad.

Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan. “Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui asli tidaknya foto itu termasuk dimana dilakukan pemotretan. Foto syur itu beredar di internet dan merupakan cyber crime,” katanya. (std)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau