NEW YORK, KAMIS -
Auditor independen mengatakan, semua kondisi General Motors (GM) tersebut mengundang keprihatinan dan keraguan apakah bisnis GM masih bisa berlanjut. Jika kondisi ini tetap tidak memperlihatkan adanya perbaikan, GM yang pernah menjadi penghasil mobil nomor satu dunia ini bakal dipaksa mengajukan status bangkrut guna melindunginya dari berbagai kewajiban. Posisi industri nomor satu dunia kini diambil alih Toyota Motor Corp.
Pekan lalu, GM mengingatkan tantangan tahun 2009 setelah melaporkan kerugian sebesar 30,9 miliar dollar AS sepanjang tahun 2008. Laporan ini membuat total kerugian GM selama empat tahun terakhir mencapai 86,6 miliar dollar AS.
Posisi kerugian ini membuat GM bulan lalu meminta tambahan 16,6 miliar dollar AS dari dana pinjaman darurat Pemerintah AS, di luar 13,4 miliar dollar AS yang sudah disetujui bulan Desember lalu. GM juga mengatakan, pihaknya membutuhkan sekitar enam miliar dollar AS lainnya dari Pemerintah Kanada, Jerman, Inggris, Swedia, dan Thailand, negara-negara tempat pabrik GM berada.
Jika permintaan pinjaman ditampik, GM mengingatkan kemungkinan ”mencari bantuan dengan pengajuan status bangkrut”. Atau kemungkinan rencana prapaket reorganisasi atau rencana alternatif lainnya.
GM dan industri otomotif lainnya, seperti Toyota dan Honda, juga mengalami kesulitan akibat permintaan mobil yang turun tajam selama krisis global.(Reuters/AFP/ppg)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang