Preman, Gelandangan, dan Pengemis Digaruk

Kompas.com - 06/03/2009, 12:06 WIB

PEKALONGAN, JUMAT - Jajaran Polresta Pekalongan, menangkap 32 orang yang diduga menjadi preman jalanan, gelandangan, dan pengemis yang beroperasi di emperan toko, jalan umum, dan terminal setempat.
     
Kasat Samapta Polresta Pekalongan, AKP Taufik di Pekalongan, Jumat, mengatakan, operasi "Cipta Kondisi" ini digelar guna menciptakan situasi aman dan kondusif menjelang dilaksanakannya Pemilu 2009.
     
"Menjelang dan selama Pemilu 2009 di Pekalongan diharapkan tidak ada lagi aksi-aksi preman jalanan. Gelar operasi tersebut juga sebagai tindak lanjut instruksi Kapolda Jateng," katanya.
     
Ia mengatakan, dalam operasi "Cipta Kondisi" ini, polisi juga menyisir jalanan di dekat gudang Pusri di Jalan Sriwijaya, Stadion Kraton, Lapangan Mataram, dan Alun-Alun.
     
Menurut dia, sesuai pasal 504 KUHP, para pelaku bisa dikenai pasal tindak pidana ringan (tipiring), yakni meminta-minta di tempat umum baik perorangan atau bersama-sama.
     
"Namun dari 32 preman yang terjaring tidak ada yang diambil tindakan. Kami hanya melakukan pembinaan agar tidak mengulang perbuatannya," katanya.
     
Ia mengatakan, operasi tersebut digelar juga sebagai upaya meminimalisasi peredaran barang berbahaya, seperti penggunaan senjata tajam hingga bahan peledak.
     
"Operasi semacam ini akan kami lakukan secara rutin menjelang, saat, dan setelah pelaksanaan Pemilu 2009," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau