Penjualan Mobil Periode Februari Naik Tipis

Kompas.com - 06/03/2009, 15:18 WIB

JAKARTA, JUMAT — Penjualan mobil periode Pebruari lalu untuk wholesale mengalami sedikit kenaikan sebesar 6,4 persen, yaitu 33.363 unit dibandingkan bulan sebelumnya, Januari, yaitu 31.364 unit. Namun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi penurunan lebih besar, 12 persen Pada Februari tahun lalu, penjualan wholesale mencapai 37.916 unit.

Meski belum seluruh ATPM mengirimkan data, menurut sumber Kompas.com, data tersebut tidak terlalu berpengaruh. Data yang masuk sampai hari ini diperkirakan sudah mencapai 98 persen dan mayoritas adalah ATPM dari merek Jepang.

Unuk retail atau yang terdaftar, yaitu langsung ke konsumen, kendati turun dibandingkan Januari, tetapi lebih besar dari wholesale. Februari lalu penjualan retail menjadi 35.388 unit atau turun 2,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 36.428 unit. Dibandingkan dengan retail pada periode yang sama tahun lalu, 44.906 unit, terjadi penurunan 21 persen.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa selama dua bulan pertama 2009, ATPM berusaha mengurangi produksi dan stok. Diperkirakan juga terjadi pergeseran penjualan dari kendaraan yang lebih mahal yang relatif terjangkau harganya. Pasalnya, menjelang akhir tahun dan awal tahun ini, harga dinaikkan oleh ATPM atau produsennya. Penyebab utamanya, rendahnya apresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Toyota #1. Toyota masih menempati posisi pertama dalam penjuaan wholesale dan retail. Wholesale Toyota pada Februari turun, tetapi retail-nya naik dari 13.551 unit menjadi 13.839 unit. Posisi kedua masih dipertahankan oleh Daihatsu yang terus mengalami kenaikan penjualan baik wholesale maupun retail. Malah untuk wholesale presentasi Daihatsu terbesar, mencapai 48,3 persen. Sedangkan retail-nya naik dari 5.002 unit menjadi 5.116 unit atau 2,3 persen.

Posisi ketiga kembali direbut Mitsubishi yang mengalami kenaikan penjualan wholesale dari 3.727 unit menjadi 4.723 unit atau 26,7 persen. Meski begitu, untuk retail Mitsubishi mengalami penurunan dari 5.675 unit menjadi 4.913 unit.

Menarik, selama Januari penjualan Mitsubishi secara retail jauh lebih tinggi pada Januari. Dengan ini pula, untuk retail posisi Mitsubishi pada peringkat ke-3 di bawah Toyota dan Daihatsu. Selama Januari, Mitsubishi mengurangi produksi dan stok secara besar-besaran.

Posisi keempat adalah Suzuki yang mengalami penurunan penjualan cukup berarti selama Februari, yaitu dari 4.276 unit menjadi 3.001 atau turun 29,7 persen. Untuk retail, Suzuki juga mengalami penurunan dari 4.290 menjadi 3.831 unit.

Merek
Wholesale
Retail
 

Jan ‘09

Peb ‘09

%+/-

Jan ‘09

Peb ‘9

%+/-
Daihatsu
4.391
6.512
+48,3
5.002
5.116
+ 2,3
Honda
2.039
2.353
+15
2.618
2.606
-0,4
Isuzu
1.199
1.269
+5,8
1.040
1.036
-0,4
Mazda
21
53
+152
130
110
-15
Mitsubishi
3.727
4.723
+26,7
5.675
4.913
-13,4
Nissan
1.581
1.520
-3,8
1.752
1.737
-0,8
Suzuki
4.267
3.001
-29,6
4.290
3.831
-10,7
Toyota
12.498
12.032
-3,7
13.551
13.839
+2,1
Lain-lain
1.911
1.900
-0,5
2.370
2.200
-7,1
Total
31.364
33.363
+6,4%
36.428
35.388
-2,8
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau