Balita Gizi Buruk Meninggal di Serang

Kompas.com - 06/03/2009, 19:18 WIB

SERANG, JUMAT — Seorang balita penderita gizi buruk di Kota Serang, Banten, meninggal dunia akibat mengidap penyakit komplikasi.

"Selama tiga pekan terakhir anak saya bernama Supriyadi (1,6 bulan) dirawat di RSUD Serang, namun kondisinya semakin memburuk," kata Sarmawi (35), orangtua Supriyadi warga Tegal Gowa, Desa Kalasan RT 13 RW 14, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat.

Sarmawi mengatakan, anak keduanya itu teridentifikasi menderita gizi buruk karena berat badannya hanya mencapai empat kilogram dan tidak sesuai dengan usianya.

Supriyadi dilarikan ke rumah sakit karena terserang penyakit komplikasi antara demam tinggi, jantung, liver, dan muntah-muntah, bahkan selama dalam perawatan ia tidak mau makan dan minum susu.

Oleh karena itu, pihaknya terpaksa membawa pulang kembali anaknya dari rumah sakit, Kamis malam, karena kondisi kesehatannya semakin memburuk. Dan pada Jumat pukul 04.30, balita laki-laki itu akhirnya meninggal dunia di kediamannya.

"Mungkin, ini nasib bagi saya, karena dua anak saya meninggal akibat gizi buruk," ujar Sarmawi sambil mengutarakan bahwa kakak Supriadi meninggal tiga tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kota Serang dr Teja Ratri membenarkan adanya korban meninggal akibat gizi buruk warga Kecamatan Kasemen.
     
Sebetulnya, ujar dia, jika pasien itu tidak memaksakan pulang kemungkinan nyawanya bisa tertolong.
     
"Sebagian besar penderita gizi buruk tidak tuntas dalam proses penyembuhannya karena mereka pulang paksa ketika dirawat rumah sakit," jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Serang jumlah penderita gizi buruk tercatat 664 anak balita.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau