Resesi Berarti Penghargaan terhadap Lansia Terhenti

Kompas.com - 07/03/2009, 06:52 WIB

Pemerintah Jepang kini perlu berhitung lagi berkaitan dengan pemberian penghargaan bagi warga negaranya yang mencapai usia 100 tahun. Sikap ini bukan saja karena ekonomi Jepang sedang menghadapi resesi berat, tetapi juga berkaitan dengan semakin banyaknya warga Jepang yang mencapai usia 100 tahun.

Pemerintah Jepang, seperti dilaporkan pada Kamis (5/3), menegaskan, pihaknya berniat mengurangi ukuran piala perak yang biasanya diserahkan kepada warganya yang mencapai usia 100 tahun. Tidak diungkapkan berapa besar pengurangan ukuran piala perak ini, hanya ditekankan langkah ini sangat menekan biaya yang dikeluarkan.

Tahun lalu, jumlah warga yang mencapai usia 100 tahun tercatat 19.769 orang. Angka ini tiga kali lipat dibandingkan dengan di negara lain.

Jepang kini tercatat sebagai negara dengan penduduk berusia 100 tahun atau lebih terbanyak. Rumitnya, semakin banyak warga yang berusia 100 tahun, biaya untuk membuat piala perak pun semakin membengkak. Padahal, saat kebijakan piala perak ini diberlakukan tahun 1963, hanya ada 153 warga Jepang yang berusia 100 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau