Pemerintah Jepang kini perlu berhitung lagi berkaitan dengan pemberian penghargaan bagi warga negaranya yang mencapai usia 100 tahun. Sikap ini bukan saja karena ekonomi Jepang sedang menghadapi resesi berat, tetapi juga berkaitan dengan semakin banyaknya warga Jepang yang mencapai usia 100 tahun.
Pemerintah Jepang, seperti dilaporkan pada Kamis (5/3), menegaskan, pihaknya berniat mengurangi ukuran piala perak yang biasanya diserahkan kepada warganya yang mencapai usia 100 tahun. Tidak diungkapkan berapa besar pengurangan ukuran piala perak ini, hanya ditekankan langkah ini sangat menekan biaya yang dikeluarkan.
Tahun lalu, jumlah warga yang mencapai usia 100 tahun tercatat 19.769 orang. Angka ini tiga kali lipat dibandingkan dengan di negara lain.
Jepang kini tercatat sebagai negara dengan penduduk berusia 100 tahun atau lebih terbanyak. Rumitnya, semakin banyak warga yang berusia 100 tahun, biaya untuk membuat piala perak pun semakin membengkak. Padahal, saat kebijakan piala perak ini diberlakukan tahun 1963, hanya ada 153 warga Jepang yang berusia 100 tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang