Dua Anak Cacat Dampingi Sriwijaya dan Seoul

Kompas.com - 08/03/2009, 21:55 WIB

PALEMBANG, MINGGU - Dari 22 anak yang menjadi pendamping pemain atau player escort pada laga Liga Champions Asia antara Sriwijaya FC dan Seoul FC, dua di antaranya merupakan penyandang cacat. Ini sebagai bentuk perhatian Asian Football Confedaration (AFC) terhadap hak asasi manusia, termasuk penyandang cacat.

Sesuai dengan ketentuan kampanye hak asasi manusia (HAM) dari AFC, maka panitia akan menyertakan dua penyandang cacat untuk mendampingi masing-masing kapten kesebelasan Sriwijaya FC dan Seoul FC, kata Ketua Panitia Pelaksana LCA Palembang, Rizal Abdullah, di Palembang, Minggu (8/3).

Menurut dia, awalnya AFC meminta semua pendamping merupakan anak-anak yang menyandang cacat. Tetapi karena pemberitahuannya mendadak, maka disepakati hanya dua orang saja.

"Nanti dua anak penyandang cacat yang masih bisa berdiri akan berdampingan dengan dua kapten kesebelasan yang akan berlaga pada Selasa (10/3) malam," tambah dia.

Sementara itu, tim Seoul FC dari Korea Selatan tiba di Palembang pada Minggu malam dan akan menjajal lapangan sehari menjelang pelaksanaan kompetisi melawan Sriwijaya FC tersebut. "Segala persiapan menyambut tim tamu tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan prosedur AFC," kata Rizal.

Pemain Sriwjaya FC pun usai mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) di Jepara tanpa beristrirahat  terus berlatih mempersiapkan strategi dan kekompakan melawan Seoul FC. "Kami berharap bisa menampilkan pemain yang menarik bagi penonton Indonesia dan Korea Selatan," ujarnya.

Pertandingan Sriwijaya FC melawan Seoul FC dapat disaksikan langsung di stasiun televisi TPI. Sehingga, warga Sumsel yang tidak kebagian tiket pertandingan dapat menyaksikan langsung TPI pada Selasa (10/3) malam pukul 19.00 WIB.

Sebanyak 23 ribu lebih tiket dicetak untuk pertandingan perdana Liga Champions Asia dan 4.500 di antaranya dialokasikan untuk suporter kedua kesebelasan dan 1.090 tiket untuk komplimen dari Singapura. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau