PATI, SENIN - Sedikitnya 34 rumah di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jateng, Senin (9/3) petang, mengalami rusak berat. Sedangkan, puluhan rumah lainnya rusak ringan, satu sekolah rusak berat, dan satu mushala rusak ringan setelah diterjang angin puting beliung.
Menurut Suraji (45), warga setempat, angin puting beliung terjadi diperkirakan sekitar pukul 17.00 WIB, bersamaan dengan hujan turun dengan lebatnya. "Pada saat bersamaan dengan turunnya hujan lebat, tiba-tiba terdengar suara gemuruh angin diikuti teriakan sejumlah warga adanya angin ribut," ujarnya.
Ia memperkirakan, datangnya angin berasal dari arah barat laut dari area persawahan yang bergerak menuju ke pemukiman warga.
Akibat kejadian itu, puluhan rumah mengalami rusak berat, sedangkan puluhan rumah lainnya mengalami rusak ringan dan sekolah juga mengalami kerusakan.
Sejumlah warga yang rumahnya rusak berat mengungsi di tetangga dan mushala terdekat. Hadi (70), warga lainnya mengungkapkan, angin puting belung tersebut hanya berlangsung sekitar lima menit. "Namun, mampu merusak hingga ratusan rumah warga," ujarnya.
Pada saat kejadian, dia mengaku tidak bergegas menyelamatkan diri, justru dia berupaya memegangi tiang rumahnya agar tidak roboh, meski akhirnya rumah berdinding bambu dan kayu itu juga roboh. Bahkan, punggung kakek dua cucu itu harus tertimpa tiang rumah.
Padahal, lima anggota keluarga lainnya, lebih memilih menyelamatkan diri ke rumah tetangga setelah mengetahui ada angin puting beliung.
Meski sempat tertimpa atap rumah, Hadi tetap tidak bergegas menyelamatkan diri, justru tetap bertahan di dekat rumahnya, karena khawatir barang perabot rumahnya dicuri orang.
Sementara itu, kepala desa setempat Saifudin mengatakan, belum dapat memperkirakan jumlah kerugian total yang dialami warganya, mengingat masih melakukan inventarisasi rumah yang roboh dan rusak berat.
Sementara ini, katanya, ada 34 rumah yang rusak berat, sedangkan rumah yang rusak ringan masih dalam inventarisasi, mengingat jumlahnya sangat banyak.