LONDON, SELASA - Pelatih Inter Milan Jose Mourinho masih belum bisa melupakan kepergiannya dari Chelsea. Andai ia masih di sana, Manchester United tentu tidak akan mudah meraih prestasi seperti sekarang ini.
Mourinho meninggalkan "The Blues" setelah dua kali menjadi kampiun Premier League. "The Special One" juga memberikan gelar Piala FA dan Piala Liga pada 2007. Ini prestasi yang tidak dibisa diraih Chelsea tahun lalu. Musim ini mereka juga terlempar di Piala Liga, serta tersendat-sendat di Premier League.
Mourinho mengklaim, andai ia masih di Stamford Bridge, Chelsea tidak akan tertinggal tujuh poin di bawah MU pada bulan ini. Menurutnya, Premier League menjadi tidak menarik lagi setelah "Setan Merah" tak memiliki lawan tangguh.
"Ya, Manchester United tim terbaik di Inggris, tapi Anda harus bertanya, sebaik apa Liga Inggris setelah saya pergi?" tanyanya kepada The Sun. "United menang mudah setelah aku pergi karena tidak ada manajer dan tim yang dapat menyaingi mereka."
Mourinho menilai, tim-tim yang selama ini menjadi ancaman bagi MU tidak lagi bisa memberikan ancaman besar bagi juara bertahan tersebut. Tim-tim itu hanya bisa memberikan perlawanan untuk sementara waktu, tapi ketidakstabilan mereka membuat MU melaju mulus.
"Chelsea tidak stabil. Arsenal tidak berkembang dan Liverpool mengancam tapi saya kira tidak ada yang menjadi musuh berat bagi mereka (MU) untuk menang," lanjutnya. "Saya tidak akan membiarkan tim saya (Chelsea) tertinggal jauh. Itu hal memalukan yang terjadi di bulan Maret."
Mourinho memang memiliki catatan bagus saat menghadapi MU. Sejak melatih FC Porto, pelatih asal Portugal ini hanya mengalami satu kekalahan lawan pasukan Sir Alex Ferguson tersebut. (SUN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang