HIPMI Desak Perbankan Turunkan Suku Bunga

Kompas.com - 10/03/2009, 15:20 WIB

JAKARTA, SELASA — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendesak perbankan untuk menurunkan suku bunga. Penurunan suku bunga perbankan dinilai akan menggerakkan sektor riil.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa saat memberikan sambutan Pembukaan Sidang Dewan Pleno I Hipmi di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa ( 10/3 ). "Bagi Hipmi, penurunan suku bunga perbankan akan memberikan keadilan bersama dan menggerakkan sektor riil," kata Erwin.

Menurutnya, penurunan suku bunga juga akan memberikan pengaruh bagi peningkatan keseahteraan pekerja atau karyawan dan para pedagang. "Kami tidak hanya sendiri, tapi ada beribu-ribu pekerja di belakang kami. Meringankan beban pengusaha sangat penting. Kami berusaha keras supaya tidak kehilangan order sehingga tidak akan mengurangi pegawai," tuturnya.

Sidang Dewan Pleno I Hipmi ini dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu juga tampak menghadiri sidang ini, seperti Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali, Menko Kesra Abdurizal Bakrie, serta Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa. Selain itu, tampak hadir juga Ibu Negara Ani Yudhoyono, Agung Laksono, serta sejumlah mantan pengurus Hipmi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau