YOGYAKARTA, SELASA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi DI Yogyakarta resmi mengusulkan dan mendukung Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dan Ketua DPP PKB DIY Muhaimin Iskandar sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada pemilu presiden 2009.
"Dukungan untuk Sultan itu merupakan hasil Musyawarah Pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DIY dengan Dewan Pimpinan Cabang PKB kabupaten/kota di DIY. Dukungan kepada Sultan datang dari akar rumput, baik dari simpatisan PKB maupun anggota PKB di DIY. Sultan adalah figur nasional. Semua daerah juga sudah banyak yang memunculkan Sultan sebagai capres," ungkap Ketua DPW PKB DIY Sukamto, Selasa (10/3) di Yogyakarta.
Sukamto menuturkan, pihaknya mengusulkan mendampingi Sultan karena melihat Muhaimin adalah tokoh muda yang sudah terbukti memiliki integrits dan kemampuan memimpin. "Kenapa Muhaimin? Ia tokoh muda, masih muda sudah menjadi Wakil Ketua DPR. Ia tidak cacat secara nasional, tidak tersangkut kasus apapun sehingga layak diusulkan," ucapnya.
Lebih lanjut Sukamto mengatakan, pihaknya serius mendukung Sultan sebagai capres. Dukungan itu bukan sebagai strategi menggaet suara pendukung Sultan. Menurut Sukamto, DPW PKB DIY sudah menjalin komunikasi dengan DPW PKB di beberapa daerah untuk memuluskan dukungan itu. Pihaknya akan menemui Sultan minggu depan menyanmpaikan dukungan itu. "Kami sudah menghubungi DPW PKB di Jawa dan Sumatera, mayoritas mendukungan usul Sultan-Muhaimin," katanya.
Secara terpisah, menanggapi dukungan dari PKB DIY tersebut, Sultan hanya menyatakan rasa terima kasih namun tidak tegas memberikan jawaban menerima maupun menolak. Sultan mengaku pernah bertemu dengan Muhaimin namun tidak membicarakan pencapresan. Menurut Sultan, soal pencalonan presiden dan wakil presiden baru akan terjadi negoisasi intensif setelah pemilihan legislatif 9 April.
Dalam pencapresan, ungkap Sultan bakal terjadi koalisi parpol-parpol. Koalisi itu untuk bisa mencapai syarat 25 persen perolehan suara agar bisa mencalonkan presiden dan wapres. Koalisi dan negoisasi capres dan cawapres diperkirakan akan berlangsung intensif selama satu bulan setelah pemilu 9 April. "Pendaftaran capres kan 10 Mei. Jadi kan ada waktu sisa satu bulan, itu intensitas akan tinggi," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang