Telur Bikin Jantung Makin OK!

Kompas.com - 10/03/2009, 23:48 WIB

ADA kabar gembira bagi Anda yang gemar makan telur. Para ahli dari Kanada menyebutkan bahwa konsumsi telur secara moderat dapat menurunkan tekanan darah, yang digoreng apalagi.

Para ilmuwan ini menemukan bahwa telur beraksi mirip obat penghambat ACE, penurun hipertensi.

Saat kontak dengan enzim perut, telur memroduksi sebuah protein yang memblokade angiotensin, hormon yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Telur goreng merupakan benteng terbaik karena mereka memblokade angiotensin lebih banyak daripada yang direbus. Tapi, bukan berarti Anda mesti menggoreng semua makanan yang dikonsumsi.

Sebenarnya sangat sederhana penjelasannya, bahwa makan secukupnya--bukan sekedar mengikuti anjuran para ahli gizi--merupakan kunci bagi sehatnya tubuh.

Bahan makanan produk unggas telah lama jadi korban dan disalahkan. Mereka masuk daftar hitam, makanan buruk, tak menyehatkan. Bahkan ada yang menyebutkan makanan-makanan tersebut menyebabkan kanker.

Padahal selain mengandung kalsium yang luar biasa banyak, penelitian baru menyebutkan, produk unggas dan ternak dapat menurunkan risiko kanker.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan kurang lebih 400.000 orang, mereka yang mengonsumsi kalsium lebih banyak cenderung tidak mudah terkena kanker usus.

Kalsium juga membantu penyerapan vitamin D, yang merupakan pelindung tubuh dari sejumlah kanker.

Jenis makanan lain yang dipersalahkan sebagai penyebab kanker adalah daging merah. Tentu saja ada benarnya bila konsumsinya berlebihan.

Tapi bila Anda benar-benar takut dengan apa yang Anda konsumsi, daging merah dapat digoreng dengan bir atau anggur merah agar risiko kanker bisa dikurangi.

Para ahli dari Universitas Porto di Portugal menemukan bahwa bahan-bahan ini (bir dan anggur merah) dapat menciptakan senyawa kimia baru yang membunuh kanker bila daging dimasak dalam suhu yang tinggi.

Daging merah merupakan sumber protein dan tenaga juga besi. Vitamin B juga terkandung banyak di dalamnya. Sangat penting bagi kesehatan sistem saraf, fungsi otak kita.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau