KOMPAS.com — Kematian misterius pemuda yang akrab disapa Ming Ming itu mengundang simpati luas di dunia maya. Para pengguna internet (netter) dari seluruh dunia membuat petisi, mendesak pengungkapan kasus kematian David Hartanto Widjaja (21) secara transparan.
Mereka adalah teman-teman dan simpatisan David, mahasiswa Nanyang Technology University (NTU) asal Indonesia, yang tewas mengenaskan di kampus itu, Senin 2 Maret 2009.
Awalnya mereka hanya menulis di blog-blog dan mem-posting komentar pada berita terkait kasus itu di situs-situs berita. Kini sudah bermunculan grup-grup di situs jejaring sosial sebagai gerakan bersama guna mendesak Pemerintah Singapura dan Indonesia menuntaskan kasus tersebut.
Desakan kian menguat setelah kematian staf asal China bernama Zhou Zheng (24). Pria ini adalah staf di laboratorium S2-B3a-06, tempat David menyelesaikan tugas akhirnya bersama Profesor Chan Kap Luk (45).
Sebuah grup di Facebook bertajuk “In Memoriam of David Hartanto Widjaja, We love you Ming-ming” mengajak masyarakat memberikan informasi apa saja terkait kematian David untuk membantu pengungkapan kasus itu. Sudah ribuan orang bergabung dalam grup itu.
Pengelola grup itu antara lain William Hartanto, kakak kandung David, dan dua rekan David, Jennifer Arif dan Audrey Juliana dari Washington, AS, serta Anthony Lie. Ada kekhawatiran Pemerintah Singapura sengaja mengulur-ulur kasus ini.
Surati SBY
Mereka juga mengajak komunitas dunia maya untuk meng-copy paste pesan dalam grup itu untuk diteruskan ke KBRI di Singapura dan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui situs web presidensby.info. Berikut petikan surat yang ditujukan kepada KBRI dalam grup itu.
"Dear KBRI/ With Respect. Please continue investigation about the David NTU student college case. Please, we believe in KBRI! We believe that you are our protection. We believe that you will solved this case. And we believe that Singapore is a big country and fair. Indonesian People".
Berikut surat yang ditujukan kepada Presiden SBY.
Yth, Bapak Redaksi dari website presidensby.info di tempat. Dengan Hormat, Saya ingin meminta bantuan dari bapak redaksi untuk menyampaikan permohonan dari segenap warga Indonesia dari dalam dan luar negeri yang sangat peduli terhadap kasus David Widjaja Hartanto, Murid NTU yang dipercaya mencoba membunuh profesornya sendiri kemudian bunuh diri.
Alasan-alasan bunuh diri yang dikemukakan NTU dan pihak media Singapura pun terkesan dikarang-karang. Kami meminta presiden melalui Kedubes RI di Singapura melobi pihak sekolah maupun media untuk meralat pernyataan mereka di media cetak nasional Singapura karena ini menyangkut image warga Indonesia secara keseluruhan.
Kami juga berharap bahwa pemerintah bisa melakukan joint-investigation terhadap tragedi ini karena hal ini adalah masalah international. Untuk lebih jelas mengapa kami merasa kematian David janggal, silakan baca blog2 dan forum berikut: (1) http://leapon.net/en/curious-case-david-widjaja, (2) http: //www.gabrielsai.com/blog/2009/...hs-in-ntu.html (3) http://manusialempung. blogspot. com (4) http://rudijuancarlos.blogspot.com/2...tewasnya. html, (5) http://www. kaskus. us/showthread. php?t=1503407.
Atas perhatian Bapak redaksi, kami mengucapkan banyak terima kasih. Hormat Saya, (nama Anda) Website-nya: http://kontak.presidensby.info:8000/index.php
Sebuah grup lainnya bertajuk, “Investigate The Death of David Widjaja Thoroughly - Usut Tuntas Kematiannya.” Pencetus sekaligus admin grup di Facebook ini adalah Christovita Wiloto dari Asian Institut of Management. Grup itu mengumpulkan berita-berita seputar kematian David dan Zhou serta link ke berbagai informasi terkait peristiwa itu. Juga ada video, foto-foto, dan berbagai komentar mendukung pengusutan tuntas kematian David dan Zhou.
Saksi mata
Keluarga David kini semakin yakin Zhou Zheng adalah saksi mata kematian David. Apalagi, dia tewas gantung diri hanya empat hari setelah kematian David. Zhou bekerja sebagai project officer di laboratorium yang sama dengan David. “Teman-teman di sana (Singapura) mengatakan, si Zhou itu adalah saksi mata,” kata William Widjaya, kakak kandung David di Jakarta, kemarin.
William mendapat informasi itu dari beberapa teman adiknya saat melihat jasad David di Singapura. Insiden tewasnya Zhou, keluarga semakin yakin bahwa David tidak bunuh diri. Begitu juga dengan kejadian yang menimpa Zhou. William menduga itu bukanlah bunuh diri. “Makanya, teman-teman David meragukan kalau si Zhou bunuh diri. Bisa jadi si Zhou ini malah dibunuh. Ini semua masih diselidiki Pemerintah Singapura,” jelas William.(eddy mesakh)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang